DONGGALA, KILATNEWS.CO – Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), tengah serius mendorong perbaikan kualitas pendidikan di wilayahnya. Upaya ini difokuskan melalui penataan distribusi tenaga pendidik secara lebih merata dan efektif.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Donggala, Ansyar Sutiadi, menekankan pentingnya program pemetaan domisili guru dan kepala sekolah. Menurutnya, penempatan tugas yang sesuai dengan domisili akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja.

Penataan Distribusi Kunci Peningkatan Mutu

“Tentunya kualitas pendidikan sangat dipengaruhi oleh kompetensi guru, sehingga penataan distribusi menjadi hal penting untuk segera dilakukan karena peningkatan mutu itu kuncinya ada pada kompetensi guru,” kata Ansyar saat dihubungi awak media di Banawa, Kamis (26/3/2026).

Ansyar menjelaskan, pemerintah daerah saat ini sedang menyiapkan sistem pendataan berbasis daring. Sistem ini dapat diakses oleh seluruh sekolah melalui tautan yang telah dibagikan. “Program ini untuk mendekatkan guru dan kepala sekolah dengan tempat tugasnya dari tempat tinggalnya,” ucapnya.

Pendataan Komprehensif untuk Akurasi Data

Pendataan guru dan kepala sekolah di Donggala mencakup informasi detail seperti alamat tempat tinggal, lokasi mengajar, jenjang kelas, serta mata pelajaran yang diampu oleh masing-masing guru. “Guru dan kepala sekolah wajib mengisi tautan yang disiapkan Dinas Pendidikan untuk mempermudah pemetaan alamat guru-guru dengan tempat mengajar,” sebut Ansyar.

Ketersediaan data yang akurat sangat krusial mengingat jumlah guru di Donggala yang cukup besar. Data ini akan menjadi dasar bagi proses penataan yang tepat sasaran. “Untuk pendataan ini merupakan pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan karena hingga saat ini masih ada sekolah belum melengkapi data itu,” tegasnya.

Analisis Data dan Kebijakan Distribusi

Setelah proses pendataan selesai, Disdikpora akan melanjutkan dengan analisis data. Hasil analisis ini akan menjadi dasar guna menentukan kebijakan distribusi guru ke depan. Ansyar menambahkan, “Tentunya penempatan guru yang terlalu jauh dari tempat tinggal berpotensi mempengaruhi kinerja dan efektivitas proses belajar mengajar.”

Berdasarkan data Disdikpora Donggala, total jumlah sekolah di daerah tersebut mencapai 503 unit, terdiri dari 376 sekolah dasar (SD) dan 127 sekolah menengah pertama (SMP).