Petenis Serbia Novak Djokovic akhirnya mengakhiri penantian panjang sembilan tahun di turnamen ATP Masters 1000 Indian Wells. Ia berhasil melaju ke babak keempat untuk pertama kalinya sejak 2017 setelah menundukkan petenis Amerika Serikat, Aleksandar Kovacevic, dalam pertarungan tiga set yang ketat, 6-4, 1-6, 6-4, pada Selasa WIB.
Mantan petenis nomor satu dunia itu harus berjuang keras dalam dua pertandingan berturut-turut yang membutuhkan tiga set. Sebelumnya, Djokovic juga melewati laga pembuka yang sulit melawan Kamil Majchrzak untuk memulai perjuangannya di BNP Paribas Open 2026.
Djokovic memuji penampilan lawannya, Kovacevic. “Itu penampilan yang hebat dari Aleks. Kami saling mengenal. Kami berbicara bahasa yang sama. Seluruh keluarganya adalah orang Serbia,” kata Djokovic, dikutip dari ATP.
“Senang melihatnya bermain bagus. Dia telah memainkan turnamen yang hebat sejauh ini. Saya tahu sebelum pertandingan bahwa jika dia melakukan servis dengan baik dan memilih titik yang tepat, akan sulit untuk mematahkan servisnya. Dan memang itulah yang terjadi.”
Meskipun Djokovic adalah juara lima kali di Indian Wells, menyamai rekor Roger Federer untuk gelar terbanyak dalam sejarah turnamen, petenis berusia 38 tahun itu mengakui kesulitan menemukan kembali level terbaiknya di gurun California dalam beberapa musim terakhir. Tahun lalu, ia bahkan mengalami kekalahan mengejutkan di babak pertama dari Botic van de Zandschulp.
Namun, Djokovic terus melewati ujian berat selama penampilannya yang ke-17 di Indian Wells kali ini. Ia mengakui bahwa pertandingan melawan Kovacevic tidak selalu mudah dinikmati.
“Sejujurnya, saya tidak selalu menikmati pertandingan ini,” ujar Djokovic. “Anda mencoba untuk unggul dalam kondisi seperti ini di mana Anda menghadapi lawan yang bermain tenis luar biasa. Tapi menang dengan susah payah, kan? Itulah yang penting. Saya senang bisa mengatasi tantangan hari ini.”
Kovacevic, yang pertama kali bertemu idolanya Djokovic di Flushing Meadows pada 2005, memberikan perlawanan sengit kepada juara 24 kali Grand Slam itu sepanjang pertandingan. Petenis Amerika itu menyelesaikan set pertama dengan kuat, memenangi 13 poin beruntun saat servis, sebelum menyamakan kedudukan dengan penampilan set kedua yang gemilang, memanfaatkan penurunan performa Djokovic di tengah pertandingan.
Di set penentu, Djokovic menstabilkan diri dan mulai menemukan ritmenya dalam kondisi gurun, meskipun sempat memegangi pergelangan kakinya setelah poin yang panjang di gim ketiga.
Kini, Djokovic telah meraih kemenangan dalam 34 dari 35 pertandingan terakhirnya setelah memenangi set pertama, menurut indeks menang/kalah ATP. Satu-satunya kekalahan dalam rentang waktu tersebut terjadi melawan petenis nomor satu dunia Carlos Alcaraz di final Australian Open pada Januari.
Dengan kemenangan itu, Djokovic juga mencatatkan diri sebagai petenis tertua kedua yang mencapai babak keempat turnamen ATP Masters 1000 sejak seri ini dimulai pada 1990. Ia hanya kalah dari Ivo Karlovic, yang mencapai prestasi serupa di Indian Wells pada 2019 pada usia 40 tahun.
Selanjutnya, Djokovic akan menghadapi juara bertahan Jack Draper. Petenis Inggris itu sebelumnya mengalahkan Francisco Cerundolo 6-1, 7-5.
