Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen Imigrasi) mulai membuka opsi kemudahan bagi pemain asing yang berkompetisi di Indonesian Basketball League (IBL). Kelonggaran ini diberikan menyusul banyaknya keluhan terkait proses perizinan yang dinilai lambat oleh berbagai pihak.

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Hendarsam Marantoko menyatakan pihaknya tengah menyiapkan sejumlah skenario agar pengurusan administrasi bisa lebih fleksibel. Hal ini menjadi sorotan setelah beberapa klub IBL mengeluhkan lamanya proses izin yang membuat pemain asing belum bisa langsung diturunkan.

Sebagai contoh, Kesatria Bengawan Solo sempat tidak dapat memainkan tiga pemain asingnya karena keterlambatan pengurusan izin kerja. Kondisi tersebut berdampak pada performa skuad asuhan Anthony Garbelotto dalam dua laga kandang mereka. Situasi ini juga sempat menjadi pembicaraan di sela-sela IBL All Star 2026 yang berlangsung di Bandung Arena pada Sabtu (11/4).

Menanggapi hal tersebut, Hendarsam menegaskan komitmennya. “Saya memiliki gagasan bahwa sektor olahraga harus diberikan kemudahan dalam proses administrasi,” ujarnya. Ia menambahkan, “Sebagai penjaga pintu negara, kami harus menunjukkan wajah yang ramah, tetapi tetap berwibawa.” Langkah Ditjen Imigrasi ini diharapkan dapat memberikan solusi atas kendala yang selama ini menghambat kelancaran kompetisi IBL.