Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya akan mengevaluasi layanan angkutan feeder WiraWiri rute Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) – Lakarsantri (FD06). Langkah ini diambil menyusul banyaknya keluhan dari pengguna yang kerap tertinggal armada akibat kondisi penuh, terutama pada jam-jam sibuk.
Ketua Tim Perencanaan dan Pengembangan Angkutan Bidang Angkutan Dishub Surabaya, Sekar Satya Mayang Sary, memastikan pihaknya telah mengantongi data terkait kendala di lapangan. Menurut Sekar, rute FD06 yang menghubungkan pusat kota dengan Surabaya Selatan dan Surabaya Barat ini, telah masuk dalam tahap kajian evaluasi lanjutan tahun ini.
“Iya betul sudah termonitor perihal keluhan ini. Maka dari itu akan kami kaji,” kata Sekar saat dikonfirmasi awak media pada Selasa (24/2).
Sekar menjelaskan, tingginya ketergantungan pelajar dan pekerja pada rute FD06 menjadi variabel utama dalam kajian Dishub Surabaya. Evaluasi mendalam akan menyasar tiga poin krusial. Pertama, analisis beban okupansi untuk mengukur volume penumpang harian secara riil. Kedua, optimalisasi pola headway, yaitu penyesuaian jarak antar unit agar distribusi penumpang merata. Ketiga, sinkronisasi ritase, yakni pengaturan ulang jadwal keberangkatan untuk mengurai penumpukan di jam-jam krusial atau peak hours.
Kondisi di lapangan menunjukkan paradoks, di mana frekuensi antarkendaraan relatif rapat, namun penumpang sering mengalami waktu tunggu yang lama. Hal ini disebabkan unit armada yang tiba di halte antara, seperti kawasan Wiyung, sudah dalam kondisi penuh sesak.
Penumpang Terpaksa Beralih Moda Transportasi Lain
Sejumlah warga pengguna armada ini mengaku harus merogoh kocek lebih dalam. Mereka terpaksa beralih ke moda transportasi lain karena gagal terangkut oleh feeder FD06.
“Sering sekali nunggu di halte tapi unit penuh terus. Kadang sampai terlewati tiga hingga empat armada baru bisa masuk. Ujung-ujungnya terpaksa pakai ojek online agar tidak terlambat,” ungkap Aziz (40), salah satu pelanggan angkutan ini.
Joko (30), warga lainnya, menyampaikan pendapat senada. Ia sering menunggu lama, namun setelah FD06 yang ditunggu muncul, ternyata kondisinya sudah penuh. “Saya pernah nunggu di Wiyung, nunggu lama terus muncul FD06 tapi penuh, sampai empat kali terlewati karena penuh. Sebaiknya armada rute ini ditambah,” kata Joko.
Layanan feeder FD06 merupakan urat nadi transportasi bagi warga, terutama di Wiyung dan Karang Pilang menuju pusat kota. Masyarakat kini mendesak agar hasil kajian tersebut segera diimplementasikan dalam bentuk solusi konkret, baik melalui penambahan unit armada maupun pengaturan jadwal yang lebih efektif, guna menjamin kepastian angkutan bagi warga.
