SURABAYA – Operasional pelayanan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya dipastikan tetap berjalan normal setelah insiden kebakaran di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) pada Jumat, 15 Mei 2026, pagi. Direktur Utama RSUD Dr. Soetomo, Cita Rosita Sigit Prakoeswa, menegaskan bahwa pihak rumah sakit segera melakukan penyesuaian operasional di area terdampak untuk memastikan hak pasien mendapatkan perawatan tidak terganggu.

Pelayanan Tetap Berjalan dengan Penyesuaian

Cita Rosita Sigit Prakoeswa dalam keterangan resminya di Surabaya menyatakan, “Kami memastikan pelayanan rumah sakit tetap berjalan dengan penyesuaian operasional pada sejumlah area terdampak serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan dan keamanan fasilitas rumah sakit.” Penyesuaian ini menjadi langkah krusial untuk menjaga kontinuitas layanan kesehatan.

Kronologi dan Respons Cepat Penanganan Kebakaran

Api pertama kali terdeteksi di Gedung PPJT RSUD Dr. Soetomo sekitar pukul 06.30 WIB. Dalam waktu 30 menit, pihak rumah sakit segera mengaktifkan prosedur tanggap darurat dengan membentuk Incident Commander yang membawahi empat lini koordinasi utama:

  • Koordinator Api
  • Koordinator Evakuasi Pasien
  • Koordinator Pengamanan Peralatan Medis
  • Koordinator Pengamanan Dokumen

Sistem proteksi internal gedung sempat digunakan untuk pemadaman awal sebelum tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) serta BPBD Surabaya tiba di lokasi. Langkah cepat ini berhasil melokalisasi api sehingga tidak merembet ke lantai atau gedung lain, menunjukkan kesigapan tim di lapangan.

Evakuasi Pasien dan Satu Korban Jiwa

Sebanyak 44 pasien berhasil dipindahkan ke beberapa titik aman, di antaranya:

  • Ruang Observasi Intensif (ROI)
  • High Care Unit (HCU)
  • Graha Amerta
  • Ruang Buffer Instalasi Gawat Darurat (IGD)
  • Intensive Care Unit (ICU) Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT)

Dalam proses evakuasi, terdapat dua pasien di unit ICCU yang menjadi perhatian khusus karena ketergantungan pada alat bantu pernapasan (ventilator). Keduanya dievakuasi ke Ruang Resusitasi (RES) IGD.

Namun, satu pasien dilaporkan meninggal dunia saat proses stabilisasi. Pihak rumah sakit menjelaskan bahwa pasien tersebut merupakan pasien rujukan pascaoperasi jantung yang memang dalam kondisi kritis, menggunakan ventilator, dan sedang menjalani prosedur hemodialisis (cuci darah).

“Prioritas utama kami adalah keselamatan pasien dan petugas. Saat ini kondisi di lokasi kejadian sudah dinyatakan aman dan terkendali. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang,” tutup Cita, menegaskan komitmen rumah sakit terhadap keselamatan dan transparansi.