Badan Antariksa Eropa (ESA) mendesak negara-negara di benua itu untuk melipatgandakan investasi di sektor antariksa. Langkah ini dinilai krusial agar Eropa mampu mengejar ketertinggalan signifikan dari kemajuan Amerika Serikat, khususnya dalam industri luar angkasa.

Direktur Jenderal ESA, Josef Aschbacher, menyampaikan peringatan tersebut pada Kamis (21/5/2026) kepada Politico di sela-sela forum GLOBSEC di Praha. Menurutnya, tanpa perubahan besar, Eropa akan terus tertinggal.

“Jika kita tidak melakukan perubahan besar, kita tidak akan pernah bisa mengejar ketertinggalan. Kita akan selalu tertinggal di belakang, dan ini tentu saja merupakan risiko yang besar,” kata Aschbacher.

Aschbacher menambahkan bahwa saat ini Uni Eropa hanya menyumbang sekitar 10 persen dari total pendanaan publik global untuk sektor luar angkasa. Angka ini jauh di bawah yang dibutuhkan untuk bersaing secara global.

“Saya meminta para pengambil keputusan untuk melipatgandakan investasi kita setidaknya dua faktor, jika tidak tiga kali lipat… Tidak ada alternatif lain. Kita harus melakukannya. Bagi saya, ini bukan sekadar rencana cadangan,” tegasnya.

Sebelumnya, pada Oktober 2025, Aschbacher juga pernah menyatakan bahwa Eropa harus menciptakan wahana peluncur operasional yang dapat digunakan kembali milik mereka sendiri. Hal ini penting untuk memangkas jarak ketertinggalan dari SpaceX, perusahaan antariksa milik pengusaha AS, Elon Musk.