Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menunjukkan tren peningkatan signifikan dengan total 32 kasus tercatat selama tiga bulan pertama tahun 2026. Data ini dirilis oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, yang mendesak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Tren Peningkatan Kasus DBD di Mukomuko
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mukomuko, Hamdan, di Bengkulu, mengonfirmasi data tersebut. “Data tersebut menunjukkan tren peningkatan kasus dalam tiga bulan terakhir,” ujar Hamdan. Rinciannya, pada Januari tercatat delapan kasus, Februari meningkat menjadi 11 kasus, dan Maret mencapai 13 kasus.
Peningkatan ini menyoroti pentingnya kewaspadaan masyarakat untuk menekan penyebaran DBD, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan. DBD merupakan penyakit serius yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius, khususnya pada anak-anak.
Gejala dan Imbauan Kesehatan
Gejala umum DBD meliputi demam tinggi mendadak, nyeri sendi, serta munculnya ruam pada kulit. Hamdan menekankan pentingnya respons cepat terhadap gejala ini. “Masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala tersebut,” imbuhnya.
Dinkes Mukomuko sangat mengharapkan masyarakat untuk lebih rutin meningkatkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), terutama saat musim hujan yang menjadi periode rawan penyebaran. Upaya PSN dapat dilakukan melalui metode 3M plus sebagai langkah pencegahan yang efektif.
Metode Pencegahan 3M Plus
- Menguras tempat penampungan air seperti bak mandi, vas bunga, dan tempat minum hewan secara rutin.
- Menutup rapat wadah air agar nyamuk tidak dapat bertelur di dalamnya.
- Mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, seperti ban bekas, kaleng, atau botol.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi populasi nyamuk Aedes aegypti dan menekan angka kasus DBD di Kabupaten Mukomuko.
