Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), berkomitmen penuh untuk mempertahankan status nol kasus (zero case) penyakit campak di wilayahnya. Upaya ini dilakukan melalui optimalisasi kegiatan imunisasi secara masif dan terukur, di tengah merebaknya ratusan kasus campak hingga berstatus kejadian luar biasa (KLB) di sejumlah kabupaten/kota lain di NTB.
“Alhamdulillah, sejauh ini kami berhasil pertahankan status nol kasus campak,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram, dr H Emirald Isfihan, di Mataram, Jumat (6/3/2026).
Strategi Mataram Pertahankan Nol Kasus Campak
dr Emirald menjelaskan, keberhasilan Kota Mataram dalam menjaga status zero campak dicapai berkat optimalisasi pelayanan imunisasi yang dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan. Meskipun sempat menghadapi resistensi atau penolakan di beberapa titik wilayah, tim tenaga kesehatan terus berupaya maksimal untuk memberikan edukasi dan layanan kepada masyarakat.
Penyakit campak, yang disebabkan oleh virus, merupakan salah satu Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Risikonya cukup berat, terutama pada anak-anak, karena dapat menyerang sistem saraf hingga menyebabkan kematian.
“Karena itulah, kami memberikan atensi khusus pada setiap temuan kasus,” tegas dr Emirald. Ia menambahkan, munculnya satu kasus saja sudah dapat dikategorikan sebagai situasi darurat KLB.
Oleh karena itu, langkah-langkah preventif terus diperketat melalui edukasi masyarakat. Dinkes Mataram gencar memberikan pemahaman tentang pentingnya kekebalan kelompok (herd immunity) dan mengajak orang tua untuk aktif membawa anak-anak mereka ke posyandu atau puskesmas terdekat.
Selain itu, sistem skrining dan pendataan setiap bayi yang lahir langsung terdeteksi dalam data sasaran imunisasi. Untuk memastikan tidak ada anak yang terlewat dalam skrining, Dinas Kesehatan menerapkan sistem pemantauan ketat. Jika ditemukan anak yang terdata namun belum mendapatkan imunisasi, tim “sweeping” akan segera bergerak melakukan tindak lanjut atau jemput bola.
Pihaknya juga mengimbau kepada para orang tua yang merasa anaknya belum mendapatkan imunisasi lengkap agar segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan di puskesmas terdekat.
“Imunisasi merupakan program wajib pemerintah, karena itu kami akan terus berperan aktif menjemput bola demi memastikan kesehatan generasi mendatang,” pungkas dr Emirald.
Sumber Gambar: https://kilatnews.co/wp-content/uploads/2026/03/follow.webp 