Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera menuntaskan proyek pemasangan penahan gelombang dari tumpukan batu di tiga titik rawan abrasi. Proyek senilai total Rp1,2 miliar ini bertujuan untuk melindungi wilayah pesisir dari dampak gelombang pasang.

Progres Pengerjaan dan Anggaran

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, menjelaskan bahwa dari tiga lokasi yang menjadi target, dua di antaranya telah rampung sepenuhnya. “Dari tiga lokasi itu, dua lokasi sudah tuntas yakni di Bintaro dan Pondok Perasi. Sedangkan di Mapak saat ini masih pengerjaan yang ditargetkan rampung dua minggu ke depan,” ujar Lale di Mataram, Rabu (4/3/2026).

Setiap titik pemasangan penahan gelombang menelan anggaran sebesar Rp400 juta, sehingga total dana yang dialokasikan untuk ketiga lokasi tersebut mencapai Rp1,2 miliar. Anggaran ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Mataram tahun 2026. Panjang penahan gelombang yang dibangun bervariasi di setiap lokasi, disesuaikan dengan kondisi pantai, dengan kisaran hingga 25 meter per titik.

Prioritas Kawasan dan Tantangan Anggaran

Lale Widiahning menambahkan, pengerjaan di kawasan Pondok Perasi menjadi prioritas utama. Hal ini disebabkan adanya perbedaan ketinggian yang cukup signifikan antara bibir pantai dengan area pemukiman warga, menjadikannya lebih rentan terhadap abrasi.

Pemasangan penahan gelombang ini merupakan bagian dari upaya antisipasi abrasi di sepanjang 9,1 kilometer wilayah Pantai Kota Mataram. Namun, Lale mengakui bahwa keterbatasan kemampuan daerah membuat Pemerintah Kota Mataram belum dapat melaksanakan program pemasangan secara massal. Oleh karena itu, pengerjaan dilakukan secara bertahap sesuai alokasi anggaran yang tersedia.

“Sejauh ini baru tiga titik itu yang bisa kami laksanakan sesuai ketersediaan dana. Kami berharap di APBD Perubahan 2026, ada tambahan lagi agar pengerjaan bisa tersambung secara bertahap di sepanjang pantai,” pungkas Lale, menunjukkan harapan akan dukungan anggaran lebih lanjut untuk perlindungan pantai Mataram.

sumber gambar: gesit.id