PALU, Senin (11/5/2026) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) secara aktif mendorong pemerataan dokter spesialis di seluruh wilayahnya, terutama di daerah terpencil dan kepulauan. Upaya ini dilakukan melalui kebijakan afirmasi pendidikan spesialis yang menyasar putra-putri daerah serta dokter dari wilayah-wilayah tersebut.
Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng, Reny A. Lamadjido, menjelaskan bahwa program ini bertujuan agar para lulusan dapat kembali mengabdi di kampung halaman mereka. “Kalau ada anak daerah kita sekolahkan spesialis supaya dapat mengabdi di daerahnya setelah lulus,” ujar Reny di Palu, Minggu (10/5/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Wagub Reny saat menghadiri Pelantikan Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin) Sulteng periode 2025–2028. Dalam kesempatan itu, Reny juga mendorong organisasi profesi dokter untuk mendukung penuh skema afirmasi pendidikan spesialis yang dirancang pemerintah untuk memperluas akses pendidikan.
Atasi Ketimpangan Tenaga Medis
Reny, yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulteng, menegaskan bahwa langkah ini krusial untuk mengatasi ketimpangan jumlah tenaga dokter spesialis. Ia menyoroti kondisi Kabupaten Banggai Laut yang masih menghadapi keterbatasan dokter spesialis akibat keengganan sebagian tenaga medis ditempatkan di wilayah yang jauh.
Menurutnya, pemerataan tenaga dokter spesialis sangat penting agar masyarakat di daerah terpencil dan kepulauan juga dapat merasakan pelayanan kesehatan berkualitas, tidak hanya terpusat di Kota Palu. “Sebagai dokter spesialis harus siap ditempatkan di mana saja,” tegasnya.
Selain itu, Wagub Reny menekankan vitalnya kehadiran dokter spesialis anestesi untuk memenuhi standar minimal Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Setiap RSUD wajib memiliki empat layanan spesialis dasar dan tiga spesialis penunjang, di mana anestesiologi menjadi salah satu pilar penunjang yang tidak boleh kosong.
Dorong Kompetensi dan Inovasi Layanan
Untuk meningkatkan kompetensi, Wagub juga mendorong para dokter spesialis anestesi untuk mengembangkan pendidikan sub-spesialis. Pemprov Sulteng telah menyiapkan Program Beasiswa Berani Cerdas sebagai fasilitas pendukung bagi para dokter yang ingin melanjutkan studi.
Dalam upaya lain untuk memperkuat layanan kesehatan, Reny memperkenalkan inovasi “Berani Sehat”. Program ini memastikan masyarakat ber-KTP Sulteng tetap memperoleh layanan kesehatan meskipun belum memiliki BPJS Kesehatan atau status kepesertaannya tidak aktif karena tunggakan. “Jangan takut menolong pasien sepanjang mempunyai KTP Sulteng, langsung daftarkan ke aplikasi Sehati kalau ditemui BPJS-nya tidak aktif,” pungkasnya.
Berbagai kebijakan afirmatif dan inovasi layanan kesehatan ini diharapkan dapat secara signifikan memperkuat kualitas pelayanan serta meningkatkan pemerataan tenaga medis spesialis di seluruh wilayah Provinsi Sulawesi Tengah.
