Dinas Perdagangan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, memastikan pasokan elpiji subsidi ukuran 3 kilogram di wilayahnya tetap aman dan harganya stabil pasca-libur panjang Lebaran 2026. Kondisi ini terjaga di tengah isu kelangkaan yang sempat melanda beberapa daerah lain.
Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida, pada Senin (30/3/2026) di Mataram, menegaskan bahwa harga di tingkat pangkalan masih sesuai aturan. “Meskipun ada isu kenaikan harga sering muncul di tengah krisis global, harga di tingkat pangkalan di Kota Mataram sejauh ini masih sesuai aturan,” kata Sri Wahyunida.
Berdasarkan pemantauan Dinas Perdagangan Mataram, harga elpiji 3 kilogram di tingkat pangkalan masih bertahan di angka Rp18.000 per tabung, sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. Pernyataan ini disampaikan menyikapi laporan kelangkaan elpiji 3 kilogram di sejumlah kabupaten/kota di beberapa daerah, termasuk di Pulau Lombok, salah satunya Kabupaten Lombok Timur.
Keberhasilan Kota Mataram dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga elpiji 3 kilogram ini merupakan hasil dari langkah proaktif atau “jemput bola” yang dilakukan Dinas Perdagangan jauh sebelum masa libur Lebaran dimulai. Bahkan, sebelum memasuki bulan Ramadhan, Dinas Perdagangan Kota Mataram telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, seperti Pertamina dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas), untuk mencegah terjadinya kelangkaan.
Sebelum libur Lebaran, Dinas Perdagangan secara resmi telah bersurat kepada Pertamina dan Hiswana Migas guna memastikan ketersediaan stok cadangan selama masa libur dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri. “Upaya dan langkah antisipasi yang kami lakukan sejak jauh-jauh hari itulah, memberikan dampak kondisi pasokan dan harga elpiji di Mataram hingga kini masih stabil,” jelas Sri Wahyunida.
Meski demikian, pihaknya bersama Satgas Pangan, Polresta, Polda, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tetap aktif melakukan koordinasi dan pemantauan di lapangan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi berbagai potensi perubahan kondisi yang mungkin terjadi. Selain itu, komunikasi rutin juga dijalin langsung dengan tingkat agen hingga pangkalan guna mengantisipasi kekosongan stok secara mendadak.
Sri Wahyunida juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat untuk menghindari panic buying. Ia mengimbau warga Kota Mataram agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan, mengingat situasi di Mataram jauh lebih kondusif dibandingkan beberapa wilayah lain yang mungkin sempat mengalami kendala distribusi.
“Dengan pengawasan yang ketat dan koordinasi lintas sektor, kami berkomitmen untuk terus menjaga agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau,” pungkas Sri Wahyunida.
