Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatat lonjakan kunjungan wisatawan hingga 14 ribu orang selama periode libur Lebaran 2026. Angka ini meliputi wisatawan domestik maupun mancanegara yang memadati berbagai destinasi unggulan di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, Lali Muhamad Hatta, mengungkapkan data tersebut pada Kamis (27/3). “Angka kunjungan wisatawan hingga libur lebaran, Selasa (25/3) mencapai 14 ribu orang,” ujarnya.
Menurut Hatta, sejumlah destinasi favorit menjadi magnet utama bagi para pelancong. Destinasi tersebut meliputi pantai-pantai di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, serta wisata alam seperti air terjun Benang Kelambu dan Benang Stokel. Selain itu, destinasi pemandian kolam juga turut ramai dikunjungi. “Itu jumlah kunjungan selama libur lebaran sejak Minggu hingga Selasa,” jelas Hatta.
Puncak Kunjungan dan Tradisi Lebaran Topat
Dinas Pariwisata memprediksi puncak kunjungan wisatawan pada periode libur Lebaran kali ini akan terjadi pada Sabtu dan Minggu, 29-30 Maret 2026. Prediksi ini didasari oleh perayaan Lebaran Topat, sebuah tradisi masyarakat Sasak yang jatuh tujuh hari setelah Hari Raya Idul Fitri 1457 Hijriah, serta masih berlangsungnya libur sekolah.
“Puncak liburan lebaran ini diprediksi Sabtu-Minggu, karena siswa juga masih libur sekolah. Kalau Aparatur Sipil Negara (ASN) telah mulai masuk kerja,” kata Lali Muhamad Hatta.
Untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pengunjung, Pemkab Lombok Tengah telah berkoordinasi intensif dengan para pengelola tempat wisata dan aparat keamanan. “Kami juga telah melakukan koordinasi dengan aparat untuk meningkatkan keamanan pada libur lebaran Topat tersebut,” tambah Hatta. Ia juga menyebutkan bahwa Bupati telah mengeluarkan surat edaran terkait libur Lebaran, “agar tetap aman dan nyaman.”
Persiapan Lebaran Topat di Bencingah Agung
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah telah mengumumkan bahwa perayaan tradisi Lebaran Topat pada 28 Maret 2026 akan dipusatkan di Bencingah Agung. Lokasi ini merupakan gedung serba guna yang berada di sebelah timur kantor bupati.
Sekretaris Daerah Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, menjelaskan bahwa pemilihan Bencingah Agung juga sekaligus menjadi syukuran atas tuntasnya pembangunan venue MTQ. “Lokasi lebaran Topat diadakan di Bencingah Agung sekaligus sebagai syukuran tuntas pembangunan venue MTQ dan konsep kegiatan sama dengan tahun-tahun sebelumnya, ada tausyiah, pengajian, doa dan lainnya,” papar Lalu Firman Wijaya.
Meskipun demikian, Firman menegaskan bahwa Pemkab tidak melarang masyarakat untuk mengadakan kegiatan Lebaran Topat di lokasi lain. “Sehingga dari pemda juga tidak ada larangan. Untuk lebaran Topat tahun ini dibuat sederhana saja, nanti ada santunan anak yatim dan lainnya,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa Lebaran Topat merupakan kegiatan rutin tahunan dengan lokasi yang selalu berubah-ubah. “Yang jelas persiapan untuk lebaran Topat mulai dilakukan dan sederhana saja seperti tahun- tahun sebelumnya,” pungkas Lalu Firman Wijaya.
