Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), memastikan kesiapan penanganan sampah selama perhelatan Festival Bau Nyale 2026. Event budaya menangkap cacing laut yang akan berlangsung di Pantai Seger Mandalika pada 7-8 Februari 2026 ini menjadi fokus utama DLH dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Persiapan Penanganan Sampah di Bau Nyale 2026

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lombok Tengah, Lalu Sarkin Junaidi, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan infrastruktur dan personel khusus. “Penanganan sampah event Bau Nyale kami menyiapkan satu kontainer bak sampah atau TPS di dekat area panggung utama perayaan Bau Nyale,” kata Lalu Sarkin Junaidi di Lombok Tengah, Selasa (03/02/2026).

Selain kontainer sebagai tempat pembuangan sementara (TPS), DLH juga akan mengerahkan dua unit truk pengangkut sampah. Sebanyak 50 petugas kebersihan juga disiagakan untuk memastikan sampah dapat tertangani dengan baik. “Personel sebanyak 50 orang yang kami libatkan,” tambahnya.

Panitia pelaksana festival juga akan melengkapi fasilitas dengan menempatkan bak sampah di beberapa titik strategis yang menjadi pusat keramaian Bau Nyale. Lalu Sarkin Junaidi berharap adanya kesadaran dari seluruh pihak. “Kami berharap kesadaran para pengunjungnya dan pedagang untuk memperhitungkan kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya.

Meskipun demikian, volume sampah pada event Bau Nyale disebut tidak terlalu masif. Sebagai perbandingan, pada perhelatan tahun 2025, volume sampah tercatat mencapai 2 ton. Sampah yang terkumpul akan langsung dipilah dan dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). “Penanganan sampah pasca kegiatan yang menjadi fokus kami,” tegas Lalu Sarkin Junaidi, mengingat volume sampah cenderung meningkat setelah acara puncak.

Rangkaian Festival Bau Nyale 2026 di Mandalika

Festival Bau Nyale 2026 sendiri akan dimeriahkan dengan serangkaian acara pendukung. Sekretaris Daerah Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, mengungkapkan bahwa ada empat agenda utama yang disiapkan untuk melestarikan budaya Bau Nyale. “Ada empat agenda yang digelar dalam rangka melestarikan budaya Bau Nyale 7-8 Februari 2026,” kata Lalu Firman Wijaya.

Rangkaian kegiatan tersebut meliputi:

  • Pemilihan Putri Mandalika pada 31 Desember 2025, yang dipusatkan di Kota Praya dalam acara Car Free Night.
  • Presean, pertarungan tradisional, yang akan digelar di lapangan sepak bola Kuta Mandalika pada 1-5 Februari 2026, menampilkan pepadu handal.
  • Karnaval Putri Mandalika yang diikuti oleh para pelajar pada 6 Februari 2026 di Beach Park Mandalika.
  • Malam puncak Bau Nyale di Pantai Seger pada 7-8 Februari 2026, yang akan menampilkan musik tradisional dan hiburan dari artis ibu kota, Bandung Geisha.

“Ini bagian untuk memperkuat promosi pariwisata Lombok Tengah,” jelas Lalu Firman Wijaya. Selain itu, perayaan Bau Nyale 2026 juga akan semakin semarak dengan kehadiran para raider komunitas motor yang diinisiasi oleh Polres Lombok Tengah. Mereka dijadwalkan akan ikut serta dalam parade pada acara karnaval Putri Mandalika.