Aktor sekaligus disjoki (DJ) Dimaz Andrean mengungkapkan strateginya dalam menjalani aktivitas bermusik selama bulan suci Ramadan. Meski tawaran manggung masih berdatangan, Dimaz memilih untuk mengurangi intensitas penampilannya sebagai DJ.
Pria berusia 40 tahun ini menjelaskan bahwa pengurangan jadwal tersebut merupakan upaya untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan ibadah. Ia tidak ingin aktivitas profesionalnya mengganggu kekhusyukan beribadah di bulan puasa.
“Masih jalan, masih ada tur, masih manggung-manggung. Bulan puasa sedikit ngerem sedikit,” ujar Dimaz Andrean saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Dimaz menambahkan bahwa ia tetap mempertimbangkan tawaran yang masuk, asalkan waktu dan kondisi memungkinkan serta tidak mengganggu ibadahnya. Fleksibilitas ini menjadi kunci baginya.
“Ada, ada (panggung saat Ramadan), cuma mungkin enggak sekenceng kalau waktu normal. Antara ngebatesin sama nggak sih,” katanya.
Ia menegaskan bahwa durasi penampilan yang relatif singkat juga menjadi pertimbangan. “Jadi intinya kalau possible waktunya, kalau enggak ngeganggu ibadahnya ya sudah, toh cuma sejam dua jam,” tambah Dimaz.
Keputusan Dimaz Andrean ini mencerminkan komitmennya untuk tetap profesional di dunia hiburan, sembari tidak melupakan kewajiban spiritualnya selama Ramadan.
sumber gambar: Dedi Yondra/JPNN.com 