Selebritas sekaligus anggota DPR RI, Uya Kuya, resmi menempuh jalur hukum setelah menjadi sasaran fitnah keji di media sosial. Ia melaporkan sekitar 10 akun yang menudingnya memonopoli 750 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke Polda Metro Jaya.

Kabar bohong ini awalnya muncul di platform Threads bulan lalu, namun mencapai puncaknya pada Jumat pekan lalu hingga menjadi viral. Uya merasa narasi yang disebarkan secara masif ini sudah tidak bisa lagi didiamkan karena sangat merugikan martabat serta nama baiknya.

Tindakan tegas ini diambil karena Uya masih memendam trauma mendalam akibat insiden penjarahan rumahnya pada Agustus 2025. Peristiwa kelam tersebut dipicu oleh hoaks serupa yang memelintir pernyataannya hingga memancing amarah massa yang membahayakan keluarganya.

Trauma Lama dan Kekhawatiran Keluarga

Uya Kuya mengungkapkan, penyebaran berita bohong tersebut sangat sadis karena mengorbankan keamanan istri dan anak-anaknya secara langsung. “Gue mengingat kejadian yang kemarin fitnah ya itu trauma gitu loh,” ujar Uya Kuya saat ditemui di Komplek DPR RI, Selasa (21/4/2026).

Rentetan fitnah ini juga memicu rasa cemas yang luar biasa pada putri sulungnya, Cinta Kuya. Cinta bahkan sempat memperingatkan Uya agar tidak terlalu vokal di ruang publik karena khawatir akan memancing niat jahat dari pihak lain.

Menanggapi kekhawatiran putrinya, Uya memberikan pengertian. “Gue tetap bilang sama anak-anak, ‘Nggak apa-apa Cinta, selagi apa yang kita lakukan ini untuk kebenaran, anggap aja ini pengorbanan’,” ucap Uya.

Ultimatum Tegas bagi Penyebar Fitnah

Uya memberikan ultimatum yang sangat tegas bagi para pemilik akun yang telah ia laporkan ke pihak berwajib pada Sabtu pekan lalu. Ia menekankan bahwa dirinya tidak akan ragu menyeret para pelaku ke penjara jika mereka tetap bersikap arogan dan menantang.

Pintu perdamaian hanya akan terbuka bagi mereka yang bersedia menghapus konten fitnah serta menyampaikan permohonan maaf secara jujur kepada publik. Namun, bagi oknum yang tetap membangkang, Uya memastikan proses hukum akan terus berjalan hingga tuntas di pengadilan.

Uya menyayangkan sikap sebagian netizen yang langsung membagikan ulang konten tanpa melakukan penyaringan informasi terlebih dahulu. Ia juga memberikan peringatan keras kepada oknum pembuat berita palsu agar menggunakan nurani sebelum bertindak jahat di ruang digital.