Ustaz Derry Sulaiman angkat bicara mengenai polemik pencabutan sertifikat mualaf milik dr. Richard Lee oleh Mualaf Center Indonesia (MCI). Derry Sulaiman menegaskan bahwa status keislaman Richard Lee tidak berubah, meskipun sertifikat tersebut telah dicabut.
Derry Sulaiman Klarifikasi Status Keislaman Richard Lee
Derry Sulaiman, yang sebelumnya membimbing proses mualaf Richard Lee, mengaku belum mengetahui secara pasti terkait pencabutan sertifikat tersebut. Hal ini ia sampaikan melalui video yang diunggah di media sosial pribadinya.
“Saya nggak tahu ya dicabut apa nggaknya,” kata Derry Sulaiman dalam video yang diunggahnya di Instagram.
Meski demikian, Derry mengungkapkan telah melakukan klarifikasi langsung kepada Hanny Kristianto, Sekretaris Jenderal MCI. Dari hasil komunikasi tersebut, ia memastikan bahwa status keislaman Richard Lee tidak dapat dibatalkan oleh pihak manapun.
“Tapi saya sudah tabayyun. Kata beliau, ‘Tidak ada hak saya untuk membatalkan keislaman seseorang.’ Dan memang tidak ada satu orang manusia pun yang bisa mengatakan, ‘Kamu bukan Islam,’ kalau orang itu mengaku Islam dan dia bersyahadat,” jelas Derry.
Ia melanjutkan, “Ketika orang bersyahadat, kita harus memuliakan dia sebagai seorang Islam. Mualaf itu artinya lemah, jadi orang yang baru-baru masuk Islam adalah orang yang masih lemah, baik secara keyakinan, akidah, maupun amalnya.”
Menurut Derry, Richard Lee hingga saat ini masih menjalankan proses pembelajaran dalam memperbaiki ibadahnya. Ia bahkan mengaku sempat bertemu langsung beberapa waktu lalu.
“Jadi kalau saya, masih berjumpa beberapa minggu yang lalu dengan dokter Richard, dan beliau masih Islam. Selama seseorang belum mengatakan dia keluar dari Islam, kita tidak boleh memperlakukan orang Islam sebagai orrang non-Muslim,” tutupnya.
Penjelasan Mualaf Center Indonesia
Sementara itu, pihak MCI menjelaskan bahwa pencabutan sertifikat dilakukan bukan untuk membatalkan status keislaman Richard Lee. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari penertiban administrasi serta mencegah potensi penyalahgunaan dokumen.
Dalam pernyataan terpisah, Hanny Kristianto juga menegaskan bahwa pencabutan sertifikat bukan semata karena kesalahan pribadi Richard Lee. Ia menyebut langkah serupa juga pernah dilakukan pada kasus lain.
“Kami pernah mencabut sertifikat mualaf, bukan hanya sertifikat @dr.richard_lee. Kami lakukan bukan karena masih suka dugem, bukan karena masih maksiat atau berzinah, bukan juga karena sekian lama meninggalkan salat fardhu termasuk meninggalkan salat Jumat,” jelas Hanny.
Sikap Richard Lee Terkait Pencabutan Sertifikat
Menanggapi polemik tersebut, pihak Richard Lee melalui admin media sosial menyampaikan sikap yang lebih tenang. Mereka memilih menghormati keputusan yang ada dan fokus pada perjalanan pribadi.
“Kami menghargai setiap proses dan keputusan yang ada. Bagi kami, keyakinan adalah perjalanan pribadi antara manusia dan Tuhan, bukan sekadar label atau dokumen,” ungkap pihak Richard Lee.
“Dr. Richard tetap fokus menjalani hidup dengan nilai yang baik, berbuat yang terbaik untuk orang lain, dan terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Terima kasih untuk semua yang tetap mendukung dengan bijak 🙏 By Admin,” pungkasnya.
