Artis Davina Karamoy kembali menjadi perbincangan publik setelah sempat ramai digosipkan memiliki kedekatan khusus dengan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo. Isu ini bahkan berkembang liar hingga Davina dituding sebagai orang ketiga atau pelakor yang meretakkan rumah tangga Dito.
Menanggapi rumor tersebut, Dito Ariotedjo kala itu telah memberikan klarifikasi. Ia mengakui mengenal Davina, namun menegaskan bahwa Davina bukanlah penyebab keretakan rumah tangganya.
“Saya cuma bisa pastikan bukan DK penyebab saya berpisah. Semua proses perceraian sudah berjalan jauh sebelum saya mengenal DK,” ujar Dito kala itu.
Meski rumor kedekatannya dengan Dito Ariotedjo sempat memicu kehebohan, Davina Karamoy memilih bungkam. Namun, baru-baru ini ia akhirnya buka suara mengenai tipe pria idamannya, yang sempat membuatnya kebingungan saat ditanya.
“Apa ya kalau tipe cowok? Bingung juga lagi. Boleh diam dulu (mikir) hehe,” kata Davina Karamoy sambil tertawa kecil.
Davina kemudian melanjutkan bahwa banyak orang mengenalnya memiliki preferensi khusus. “Aku ya… kalau semua orang tahunya aku tuh suka cowok Jawa. Ya kan? Cowok Jawa emang paling ganteng banget. Begitu,” tukasnya.
Wanita berusia 23 tahun ini menjelaskan lebih lanjut bahwa kriteria pria idamannya tidak hanya sebatas asal daerah, melainkan juga kepribadian. Ia menyukai pria yang memiliki tutur kata lembut.
“Tapi aku sukanya tuh yang soft spoken (tutur kata lembut), yang enggak bumbung (kasar), yang suaranya berat,” jelas Davina.
Ketika disinggung mengenai kemungkinan menjalin hubungan dengan pria berprofesi penyanyi, Davina hanya memberikan jawaban singkat sambil tersenyum. “(Sama penyanyi) begitu deh pokoknya,” ungkapnya.
Selain itu, Davina Tesalonika Karamoy juga tidak memiliki kriteria bentuk tubuh spesifik untuk calon kekasihnya. Baginya, kenyamanan adalah hal yang paling utama.
“Ya yang… apa aja sih. Yang penting enak… maksudnya yang penting enak dilihat gitu. Enak dilihat, good looking, gitu,” paparnya.
Ia kembali menegaskan, “Pokoknya sih cowo itu harus enak dilihat.”
