Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat total dana simpanan masyarakat di Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai Rp50,8 triliun per Januari 2026. Angka ini menunjukkan tren positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah, didukung oleh peningkatan jumlah rekening perbankan.

Kepala LPS Wilayah II, Bambang Hidayat, mengungkapkan bahwa pertumbuhan jumlah rekening perbankan mencapai 7,94 persen pada periode tersebut. “Total rekening mencapai 10 juta, kemudian total simpanan sebanyak Rp50,8 triliun,” ujar Bambang di Mataram, NTB, Jumat (7/3/2026).

Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi perekonomian NTB, lantaran terjadi peningkatan aktivitas masyarakat dalam menempatkan dananya di sektor perbankan. Tren peningkatan dana simpanan pada perbankan ini dinilai sebagai modal penting bagi pemangku kepentingan untuk terus mendorong laju pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Bambang Hidayat menegaskan, “Ini perkembangan yang positif dan bisa menjadi model bagi seluruh pemangku kepentingan daerah untuk membantu perekonomian di NTB.”

Lebih lanjut, Bambang menyampaikan bahwa cakupan penjaminan simpanan di NTB tergolong sangat tinggi, mencapai 99,99 persen nasabah. Mayoritas nasabah masuk dalam kategori simpanan di bawah batas maksimal penjaminan Rp2 miliar, menunjukkan sebagian besar dana masyarakat di perbankan NTB berada dalam kategori aman.

Dari sisi struktur simpanan, mayoritas rekening nasabah berada pada kelompok simpanan dengan nominal di bawah Rp100 juta. “Porsi terbesar tentu saja simpanan-simpanan yang berada dalam pengelompokan paling rendah di bawah Rp100 juta,” sebutnya.