Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyiagakan dua armada di dua lokasi utama perayaan puncak Lebaran Topat atau Ketupat 2026 pada Sabtu (28/3) mendatang. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi berbagai potensi musibah selama acara berlangsung.
Kepala Dinas Damkarmat Kota Mataram, Rudi Suryawan, menjelaskan bahwa dua unit mobil pemadam kebakaran dengan kapasitas tangki air masing-masing 5.000 liter ditempatkan di Pantai Loang Baloq dan Bintaro. Kedua pantai tersebut merupakan pusat keramaian perayaan Lebaran Topat.
“Dua armada yang kami siagakan guna mengantisipasi berbagai potensi musibah, mulai dari kebakaran hingga permintaan penyelamatan satwa liar, dan kasus-kasus lainnya,” ujar Rudi Suryawan di Mataram, Rabu (25/3/2026).
Potensi kebakaran menjadi perhatian utama mengingat banyaknya pedagang musiman yang akan berjualan aneka makanan seperti bakso cilok, martabak, sosis bakar, telur congkel, dan telur gulung. Sebagian besar pedagang ini menggunakan kompor dalam aktivitasnya.
Untuk itu, setiap armada pemadam kebakaran yang disiagakan dilengkapi dengan berbagai alat dan perlengkapan. Ini termasuk tangga, selang, palu, gergaji, perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), dan lampu.
“Satu armada, kami siagakan petugas sebanyak tujuh orang yang siap bergerak cepat membantu masyarakat,” tambah Rudi.
Selain penempatan armada di lokasi perayaan, Damkarmat Kota Mataram juga menyiagakan personel di markas komando (mako) di Jalan Bung Karno. Kesiagaan ini bertujuan untuk menjaga standar waktu respons yang cepat.
“Respons time (waktu respons) kami harus di bawah 15 menit. Jadi, baik di lokasi acara seperti konser maupun di mako, personel tetap standby,” tegas Rudi Suryawan.
Masyarakat diimbau untuk tidak ragu menghubungi layanan pemadam kebakaran jika menghadapi situasi darurat, baik yang berkaitan dengan api maupun kebutuhan penyelamatan lainnya.
Guna memastikan layanan optimal, Damkarmat Mataram menerapkan sistem piket ketat dan pembagian personel yang terukur. “Total personel yang disiagakan setiap hari sebanyak 20 hingga 22 personel untuk siaga memantau situasi kota,” ungkap Rudi.
Rudi juga menceritakan pengalaman saat libur dan cuti bersama Idul Fitri 1447 lalu, di mana personel Damkarmat banyak menerima panggilan penyelamatan. “Untuk kasus kebakaran saat libur Lebaran, alhamdulillah tidak ada kejadian. Tapi yang banyak justru laporan masyarakat untuk evakuasi binatang buas seperti biawak dan ular,” pungkasnya.
