Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Barat (NTB) akan tetap berjalan normal sepanjang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026. Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Dadang Hendrayudha, menegaskan bahwa pelaksanaan program ini tidak terhambat oleh Ramadhan, sejalan dengan instruksi pemerintah pusat.

“Tidak ada masalah dengan Ramadhan,” ujar Dadang saat dikonfirmasi wartawan usai rapat pemantapan pelaksanaan MBG di Mataram, Rabu (4/2/2026).

Dadang menjelaskan, selama Ramadhan, menu yang disajikan akan berbentuk makanan kering. Penyesuaian ini dilakukan untuk mengakomodasi penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa. “Kalau penerima manfaat misalkan mayoritas Islam, maka makanannya kering, bisa saja telur rebus, roti, buah, sehingga ketika pulang bisa dipakai sebagai takjil berbuka puasa,” katanya.

Namun, ia menambahkan, apabila lokasi penyaluran tidak didominasi oleh masyarakat Muslim, menu yang diberikan kemungkinan akan tetap berupa makanan biasa dengan nasi. “Intinya disesuaikan dengan lokasi. Namun tetap dengan nilai atau harga yang sama,” tegas Dadang.

Sebelumnya, pemerintah telah memastikan Program MBG akan terus berjalan selama Ramadhan, dengan penyesuaian menu dan waktu pemberian bagi penerima manfaat yang berpuasa.

Jangkauan dan Data Penerima Manfaat

Per 1 Februari 2026, total penerima manfaat MBG di NTB telah mencapai 1,94 juta jiwa. Sebaran penerima manfaat ini mencakup seluruh jenjang pendidikan dan kelompok prioritas di wilayah tersebut.

Rincian penerima MBG di NTB adalah sebagai berikut:

  • Balita: 205.836 jiwa
  • PAUD: 88.814 jiwa
  • RA: 32.105 jiwa
  • TK: 117.827 jiwa
  • SD kelas 1-3: 278.009 jiwa
  • SD kelas 4-6: 266.110 jiwa
  • MI kelas 1-3: 60.831 jiwa
  • MI kelas 4-6: 58.152 jiwa
  • SMP: 182.853 jiwa
  • MTs: 117.937 jiwa
  • SMA: 119.957 jiwa
  • SMK: 76.409 jiwa
  • MA: 69.195 jiwa
  • SLB: 2.818 jiwa
  • Pondok Pesantren: 6.182 jiwa
  • PKBM: 890 jiwa

Selain itu, kelompok prioritas 3B juga menjadi sasaran program ini, meliputi ibu hamil (bumil) sebanyak 32.902 jiwa, ibu menyusui (busui) 76.596 jiwa, dan balita 205.836 jiwa.

MBG juga menjangkau kelompok pendukung ekosistem pendidikan dan kesehatan, termasuk guru (117.346 jiwa), tenaga kependidikan (16.554 jiwa), serta kader posyandu/kesehatan (8.194 jiwa).

Infrastruktur dan Penyerapan Tenaga Kerja

Dari sisi infrastruktur layanan, Sistem Penyelenggaraan Program Gizi (SPPG) di NTB menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga awal Februari 2026, tercatat sekitar 670 SPPG aktif. Klasifikasi SPPG tersebut meliputi 660 SPPG mitra (masyarakat, yayasan, UMKM), 5 SPPG pondok pesantren, 4 SPPG Polri, dan 1 SPPG TNI AU.

Keterlibatan Program MBG di NTB juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal. Sebanyak 31.509 orang telah terserap, tersebar di seluruh SPPG dan rantai distribusi. Tenaga kerja ini mencakup kepala SPPG, ahli gizi, akuntan, koordinator lapangan, juru masak, petugas porsian, pengemudi, petugas operasional, kebersihan, dan keamanan.