Industri olahraga tarung atau combat sport di Indonesia kembali menunjukkan geliat positif. Konsistensi Global Sport (BWS) dalam menyelenggarakan berbagai ajang berkualitas disebut menjadi salah satu pendorong utama kebangkitan ini.

“Perjalanan BWS dalam membangun ekosistem olahraga tarung cukup impresif,” ujar Chief Executive Officer (CEO) BWS, Geovano Reiner Pesireron, di Jakarta, Sabtu, 7 Maret 2026.

Perjalanan BWS Membangun Ekosistem Combat Sport

Geovano menjelaskan, perjalanan BWS dimulai dengan suksesnya BWS Championship Vol. 1 pada 22 September 2024 di ICE BSD. Setelah itu, geliat olahraga tarung berlanjut melalui BWS Fighting Senggel Batch 3 yang diselenggarakan pada 22 Februari 2025 di BWS Training Camp.

Puncak dari rangkaian acara tersebut adalah BWS Championship Vol. 2 yang berhasil menggetarkan Cyberink Gading Serpong pada 31 Mei 2025. Kemudian, BWS Championship Vol. 3 kembali digelar di Bablas Gading Serpong pada pertengahan Februari 2026.

Ajang terakhir tersebut menyajikan total 48 pertandingan, yang terdiri dari 42 pertandingan untuk petarung amatir dan 6 pertandingan untuk petarung profesional. Jumlah pertandingan yang signifikan ini menunjukkan antusiasme besar dari masyarakat.

“Event ini menyajikan total 48 pertandingan. Terdiri dari 42 match fighter amatir dan 6 match fighter profesional. Angka 48 pertandingan membuktikan adanya minat yang besar dari masyarakat terhadap combat sport, baik di level hobi maupun profesional,” ungkap Geovano.

Geovano Reiner Pesireron menegaskan komitmennya untuk terus memunculkan talenta-talenta terbaik, baik putra maupun putri, dari berbagai pelosok daerah di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat semakin memajukan industri combat sport nasional.