Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan bahwa militer AS telah memaksa 50 kapal komersial untuk mengubah haluan mereka. Langkah ini diambil guna memastikan kepatuhan terhadap blokade laut yang diberlakukan terhadap perairan dan pelabuhan Iran di Selat Hormuz.
Pernyataan tersebut disampaikan CENTCOM melalui platform X pada Senin (4/5/2026). “Hingga hari ini, lima puluh kapal komersial telah dialihkan oleh pasukan AS untuk memastikan kepatuhan,” demikian bunyi pernyataan CENTCOM.
Angkatan Laut AS diketahui mulai memberlakukan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang keluar masuk pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz sejak 13 April 2026.
Washington menegaskan bahwa kapal-kapal non-Iran tetap bebas melintas di selat strategis tersebut, asalkan tidak membayar pungutan kepada Teheran. Kendati demikian, pihak Iran hingga kini belum mengumumkan penerapan pungutan tersebut, meskipun wacana itu sempat menjadi pembahasan.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan ‘Project Freedom’, sebuah operasi yang dirancang untuk membantu kapal-kapal yang terhambat di Selat Hormuz dan ingin meninggalkan kawasan tersebut.
CENTCOM merinci dukungan militer untuk operasi ini mencakup kapal perusak rudal berpemandu, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, sistem nirawak multi-domain, serta pengerahan 15.000 personel militer. Operasi ini dilaporkan dimulai pada Senin pagi.
Di sisi lain, media Iran IRIB melaporkan bahwa militer Iran sempat mencegah kapal-kapal AS melintas di jalur air tersebut dengan menembakkan dua rudal ke arah satu kapal perang AS. Namun, klaim ini dengan tegas dibantah oleh CENTCOM.
Trump juga melontarkan ancaman keras kepada Iran, menyatakan akan ada konsekuensi ‘menghancurkan’ apabila Teheran berupaya menyerang kapal-kapal AS di dekat selat tersebut.
