Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, menggelar rapat koordinasi bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pada Rabu. Pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan kelancaran dan keamanan arus lalu lintas di jalan raya serta menyiapkan keselamatan bagi pengguna jalan di daerah setempat.
Forum LLAJ dan Urgensi Keselamatan
Kepala Dinas Perhubungan Lombok Utara, M Iwan Maret Asmara, menjelaskan bahwa Forum LLAJ merupakan wadah rutin untuk sinergitas antarpihak dalam menyiapkan keselamatan lalu lintas. “Kegiatan seperti ini dilaksanakan setiap tahun, bahkan setiap bulan dengan tujuan bagaimana kami harus menjamin kelancaran lalulintas keamanan dan penumpang jalan,” ujarnya di Lombok Utara.
Forum ini memiliki urgensi tinggi mengingat angka kecelakaan yang masih memprihatinkan. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 109 kasus kecelakaan yang mengakibatkan 16 korban jiwa, satu korban luka berat, dan 137 korban luka ringan.
“Data tersebut menunjukkan bahwa tingkat kecelakaan di wilayah kami masih berada pada angka yang cukup tinggi,” tegas Iwan. Ia menambahkan, secara geografis, wilayah Kabupaten Lombok Utara tergolong kecil dengan luas 809,59 kilometer persegi. Secara logika, cakupan wilayah yang terbatas ini seharusnya mempermudah pengendalian angka kecelakaan.
“Forum ini kami laksanakan sebagai langkah preventif untuk memetakan dan memitigasi segala risiko keselamatan yang dihadapi masyarakat,” kata Iwan. Ia juga mengajak semua pihak untuk berpartisipasi aktif. “Melalui forum ini, kami dari Dinas Perhubungan ingin mengajak semua pihak untuk bagaimana memikirkan tentang persoalan ini. Ini merupakan hajatan kita bersama, mudah-mudahan ikhtiar ini bisa tercapai, tentunya tidak terlepas dari dukungan semua pihak.”
Agenda Jangka Pendek dan Panjang
Sementara itu, Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, menyampaikan bahwa agenda koordinasi ini sangat penting karena berkaitan erat dengan program-program strategis yang akan dilaksanakan, baik dalam waktu dekat maupun jangka panjang. Salah satu fokus jangka pendek adalah persiapan menghadapi malam takbiran dan pawai Ogoh-ogoh.
“Hal ini dikarenakan volume penggunaan jalan berada pada titik maksimal, baik oleh peserta pawai maupun penonton,” jelas Bupati. Oleh karena itu, perlu dilakukan berbagai rekayasa lalu lintas serta penjagaan di titik-titik strategis demi menjamin kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas.
Selain merumuskan persiapan jangka pendek, forum tahunan ini juga dituntut untuk membicarakan rencana strategis jangka panjang agar hasil rapat memiliki dampak yang lebih berkelanjutan. “Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai ketertiban berlalu lintas perlu ditingkatkan. Di samping langkah proaktif seperti pemantauan langsung di lapangan, upaya preventif juga memegang peranan krusial,” pungkas Najmul Akhyar.
