Operasi pencarian besar-besaran dilancarkan tim SAR gabungan untuk menemukan dua pendaki, Moh Agil (21) dan Moh Rifal (18), yang dilaporkan hilang di Gunung Dako, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Keduanya terakhir terlihat pada Senin (23/3/2026) setelah beristirahat di Pos 3 gunung tersebut.

Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Palu, Muh Rizal, menyatakan pihaknya telah mengerahkan seluruh potensi untuk operasi ini. “Kami mengerahkan personel Unit Siaga SAR (USS) Tolitoli bersama potensi SAR lainnya melakukan pencarian terhadap kedua korban,” kata Rizal di Palu, Selasa (24/3/2026).

Kronologi Hilangnya Pendaki

Menurut laporan yang diterima Basarnas, empat orang memulai pendakian di Gunung Dako, Desa Lakatan, Kecamatan Galang, pada Senin (23/3) sekitar pukul 11.00 Wita. Di tengah perjalanan, Moh Agil dan Moh Rifal mengalami kelelahan dan memutuskan untuk beristirahat di Pos 3 Gunung Dako.

Dua rekan mereka melanjutkan pendakian hingga ke puncak. Namun, saat teman-teman korban kembali dari puncak ke Pos 3 sekitar pukul 13.00 Wita, kedua korban sudah tidak berada di tempat. “Pukul 13.00 Wita setelah teman korban kembali dari puncak ke pos 3, kedua korban tidak berada di tempat. Teman korban kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi tersebut namun hasilnya nihil,” jelas Rizal.

Titik koordinat terakhir kejadian dilaporkan berada di 1° 5’8.15″N – 120°57’11.96″E. Identitas kedua korban yang hilang adalah Moh Agil (21) dan Moh Rifal (18).

Upaya Pencarian dan Imbauan Keselamatan

Tim SAR gabungan, yang terdiri dari personel USS Tolitoli, Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, dan masyarakat setempat, telah membagi tugas untuk mempercepat proses pencarian. “Tim SAR telah membagi tugas masing-masing grup untuk memudahkan pencarian. Kami berupaya semaksimal mungkin mencari keberadaan korban,” tegas Rizal.

Rizal juga mengimbau keluarga dan kerabat korban untuk tetap tenang dan tidak panik, agar tidak menambah beban psikis. Selain itu, ia mengingatkan seluruh personel yang terlibat dalam operasi untuk selalu mengedepankan keselamatan. “Mengingat operasi SAR kali ini berada di medan, maka rambu-rambu keselamatan personel tetap menjadi prioritas, dan kami berharap kedua korban kedua korban secepatnya bisa ditemukan,” ujarnya.

Operasi pencarian ini didukung dengan berbagai peralatan penunjang, meliputi alat navigasi, alat SAR gunung, alat komunikasi, alat medis, dan alat evakuasi.