Persiapan seri kedua MotoGP 2026 di Brasil diwarnai insiden banjir yang melanda Autodromo Internacional de Goiania. Namun, Direktur Keselamatan MotoGP Loris Capirossi memastikan bahwa kondisi sirkuit telah berhasil dikendalikan pada Jumat, 20 Maret 2026, meskipun kekhawatiran sempat muncul dari berbagai tim peserta.
Sirkuit Goiania Sempat Terendam Banjir Parah
Hujan deras yang mengguyur wilayah Goiânia sejak awal pekan menyebabkan sejumlah area penting sirkuit terendam air. Genangan air dilaporkan merendam terowongan akses paddock hingga sekitar 25 cm. Selain itu, beberapa titik lintasan, termasuk tikungan awal dan akhir, juga sempat berada di bawah air.
Curah hujan ekstrem yang mencapai sekitar 70 mm dalam satu jam memperparah kondisi tersebut, memunculkan pertanyaan terkait kesiapan infrastruktur drainase sirkuit yang baru pertama kali masuk kalender MotoGP modern. Pihak berwenang setempat bahkan sempat mengeluarkan peringatan darurat kepada masyarakat untuk menghindari area terdampak banjir di sekitar sirkuit.
Seorang manajer tim MotoGP yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi tersebut. “Situasinya terlihat mengkhawatirkan,” ujarnya. Kekhawatiran ini semakin menjadi-jadi mengingat prakiraan cuaca menunjukkan peluang hujan masih tinggi sepanjang akhir pekan balapan, dengan potensi mencapai hampir 90 persen pada hari Jumat dan tetap signifikan hingga Minggu.
Selain genangan air, hujan deras berpotensi membawa lumpur dari area runoff ke lintasan, yang dapat menurunkan tingkat grip secara drastis. Padahal, bahkan dalam kondisi kering, sirkuit Goiania sudah diperkirakan memiliki grip yang relatif rendah. Hal ini meningkatkan risiko kecelakaan bagi para pembalap. Dalam kondisi ekstrem, genangan air juga bisa mengganggu operasional pit lane, yang menjadi elemen vital dalam jalannya balapan.
Respons Cepat Direktur Keselamatan MotoGP
Di tengah kekhawatiran tersebut, Loris Capirossi memastikan bahwa tim teknis telah bekerja sejak pagi hari untuk membersihkan lintasan dan mengeringkan area yang terdampak. “Kami sudah berada di sirkuit sejak pukul 06.00 dan semuanya berjalan sesuai rencana. Hujan kemarin memang luar biasa, tetapi sekarang situasi sudah terkendali,” kata Capirossi.
Menurutnya, enam tim kerja dikerahkan di berbagai titik untuk memastikan lintasan kembali dalam kondisi ideal sebelum sesi latihan dimulai. Suhu udara yang diperkirakan mendekati 30 derajat Celsius diharapkan dapat membantu mempercepat proses pengeringan aspal. Pemasok ban Michelin juga telah menyiapkan ban dengan konstruksi lebih keras untuk menghadapi kondisi panas sekaligus lintasan yang berpotensi licin.
Meski belum ada perubahan jadwal resmi, situasi ini membuat MotoGP Brasil 2026 berpotensi menjadi salah satu seri paling menantang musim ini. Kombinasi antara sirkuit baru, cuaca ekstrem, dan minimnya data membuat semua tim harus bekerja ekstra untuk menemukan setelan terbaik sekaligus menjaga keselamatan pembalap.
