MATARAM – Dinas Pariwisata Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatat Kampoeng Kuliner Ramadhan 1447 Hijriah di Teras Udayana berhasil menarik hingga 500 pengunjung setiap hari. Tingkat kunjungan ini dinilai tinggi, bahkan di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda Kota Mataram selama sepekan terakhir.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram, Cahya Samudra, mengungkapkan antusiasme masyarakat sangat tinggi. “Antusias masyarakat berburu kuliner Nusantara dan berbuka di lapak Kampoeng Kuliner Ramadhan, termasuk tinggi,” kata Cahya di Mataram, Jumat.

Kampoeng Kuliner Ramadhan Season 2 ini dibuka sejak 21 Februari 2026 dan akan berlangsung hingga 1 Maret 2026, setiap hari mulai pukul 16.00 WITA hingga 22.00 WITA. Cahya Samudra memastikan tingkat kunjungan tersebut telah sesuai target, terlihat dari meja dan kursi yang selalu terisi penuh oleh pengunjung.

Meski menghadapi tantangan cuaca yang kurang bersahabat dan banyaknya lokasi buka puasa lain, Kampoeng Kuliner Ramadhan mampu menarik perhatian. Daya tariknya terletak pada aneka takjil dan paket kuliner Nusantara lengkap, serta suasana nyaman yang ditawarkan.

Selain itu, kegiatan ini juga didukung oleh berbagai acara pendukung seperti talk show dan hiburan religi setiap malam. Tersedia pula lomba mewarnai anak-anak dengan tema Islami, yang bertujuan melatih kesabaran, ketelitian, dan kecintaan terhadap seni Islam.

Cahya Samudra menambahkan, potensi kunjungan bisa lebih tinggi lagi jika kondisi cuaca membaik. “Jika cuaca lebih baik, mungkin antusias masyarakat bisa lebih tinggi bahkan bisa tembus 1.000 pengunjung per hari,” ujarnya.

Sebanyak 40 tenant turut meramaikan Kampoeng Kuliner Ramadhan dengan menyajikan menu-menu favorit dan selera lokal, Nusantara, hingga Internasional. Beberapa di antaranya adalah Ayam Taliwang, Ayam Merangkat, Ayam Geprek, Nasi Gudek, Nasi Kebuli dari Timur Tengah, serta aneka minuman segar.

Menurut Cahya, para tenant tersebut telah melalui proses kurasi ketat dari sekitar 120 pendaftar. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada produk yang sama, sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan. “Tenant-tenant yang berjualan di Kampoeng Kuliner Ramadhan sudah di kurasi dari sekitar 120 pendaftar, agar tidak menjual produk sama sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan,” jelasnya.

Salah satu terobosan signifikan pada Kampoeng Kuliner Ramadhan tahun 2026 adalah sistem pembayaran. Berbeda dengan tahun 2025 yang menggunakan penukaran uang monopoli, tahun ini transaksi sepenuhnya didukung oleh alat non-tunai berupa QRIS.

Cahya Samudra menegaskan, penggunaan QRIS bertujuan untuk memberikan kemudahan dan keamanan. “Semua tenant yang terlibat di Kampoeng Kuliner Ramadhan menggunakan alat transaksi non-tunai QRIS, agar transaksi lebih praktis dan aman bagi pengunjung maupun pedagang,” pungkasnya.