Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mengumumkan bahwa sebanyak 97 orang telah menerima beasiswa Sigi Masagena Plus sepanjang tahun 2025. Program ini menjadi salah satu upaya Pemkab Sigi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayahnya.
Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, menjelaskan bahwa beasiswa tersebut diberikan kepada masyarakat kurang mampu berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Selain itu, program ini juga menyasar putra-putri Sigi yang memiliki prestasi akademik.
Cakupan Beasiswa hingga Luar Negeri
Rizal merinci, dari total 97 penerima beasiswa, dua di antaranya menempuh pendidikan di Universitas Al-Ahgaf Hadramaut, Yaman. Sementara itu, 95 penerima lainnya tersebar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
“Dari 97 orang ini, dua diantaranya kuliah di Universitas Al-Ahgaf Hadramaut Yaman dan 95 lainnya seperti Kedokteran Unisa Palu, IPB Bogor, STAN Bogor, STTD Bekasi, Poltekkes Kemenkes Makassar, UIN Datokarama Palu, STT BK Palu, dan FKIP Unisa Palu,” kata Rizal saat ditemui awak media di Sigi, Sabtu (29/2/2026).
Ia menambahkan, beasiswa Sigi Masagena Plus tidak hanya diperuntukkan bagi jenjang sarjana (S1), tetapi juga pascasarjana (S2) dan doktoral (S3). “Jadi bukan hanya yang mau melanjutkan studi ke jenjang S1 tetapi juga S2 maupun S3,” tegasnya.
Komitmen Anggaran dan Penghargaan
Program beasiswa ini telah berjalan secara konsisten sejak tahun 2022. Rizal menyebutkan, alokasi anggaran untuk beasiswa ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sigi.
“Setiap tahun memang dialokasikan anggaran beasiswa ini melalui APBD yang melekat pada Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sigi,” ujarnya.
Keberhasilan program Sigi Masagena Plus ini turut mengantarkan Pemerintah Kabupaten Sigi meraih penghargaan Merdeka Belajar dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada tahun 2023.
Menurut Rizal, pendidikan merupakan fondasi utama bagi pembangunan sumber daya manusia yang lebih baik dan berkelanjutan di Kabupaten Sigi. “Pendidikan menjadi hal penting, dan pemerintah daerah memprioritaskan serta memberikan perhatian serius kepada hal itu,” pungkasnya.
