Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae menegaskan bahwa peningkatan produktivitas sektor pertanian menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerahnya. Hal ini terlihat dari lonjakan hasil panen padi dan jagung yang signifikan, sekaligus menjamin ketersediaan stok pangan, terutama beras, selama bulan Ramadan.

Rizal memaparkan, selama satu tahun terakhir, Kabupaten Sigi mencatat peningkatan produktivitas pertanian yang melonjak. “Alhamdulillah, di Kabupaten Sigi selama satu tahun terakhir produktivitas pertanian melonjak seperti panen padi 142.779,8 ton, produksi beras 80.268,2 ton dan panen jagung 57.881,7 ton,” ujarnya saat ditemui awak media di Sigi, Minggu (1/3/2026).

Ia menambahkan, ketersediaan stok pangan, khususnya beras, di Kabupaten Sigi dipastikan aman selama periode Ramadan ini. “Stok pangan di Sigi saya jamin aman karena Kecamatan Tanambulava dan Gumbasa bulan ini memasuki masa panen mencapai 2 ribu hektare, sehingga bisa menghasilkan 10 ribu ton beras,” jelasnya.

Selain pertanian, sektor pariwisata juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Rizal menyebut laju pertumbuhan ekonomi Sigi mengalami peningkatan dari 3,37 persen menjadi 3,50 persen. “Kenaikan pertumbuhan ekonomi itu disebabkan adanya peran perang penting sektor pariwisata seperti transaksi di Festival Danau Lindu pada 2025 yang mencapai Rp2 miliar dengan jumlah kunjungan 18.750 orang,” ungkapnya.

Berbagai kegiatan pariwisata lainnya, seperti Festival Ayam Bambu, Uta Dada, dan To Marawola, juga disebut Rizal berdampak langsung pada peningkatan UMKM lokal. “Tentunya pemerintah daerah berkomitmen kembangkan wisata alam dan budaya di Kabupaten Sigi,” imbuhnya.

Bupati Rizal menegaskan bahwa sektor pertanian dan pariwisata merupakan penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional, sejalan dengan visi pemerintah daerah. “Ini sesuai dengan visi pemerintah daerah yakni Kabupaten Sigi Maju, berkelanjutan berbasis pertanian dan pariwisata,” pungkasnya.

sumber gambar: gesit.id