Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae melibatkan seluruh lintas sektor dalam penyusunan dokumen master plan Integrated Area Development (IAD). Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan pengembangan kawasan pertanian dan perkebunan serta meningkatkan investasi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Rizal Intjenae menekankan pentingnya tata kelola yang terarah mengingat potensi besar sektor pertanian dan perkebunan di Sigi. “Jadi di Sigi ini memiliki potensi cukup besar pada sektor pertanian dan perkebunan sehingga diperlukan tata kelola yang terarah dengan perencanaan pembangunan yang terpadu,” kata Rizal di Sigi, Sabtu (7/3/2026).
Ia menjelaskan, beberapa kawasan telah dipetakan untuk pengembangan komoditas unggulan seperti kakao, kopi, dan tanaman pangan lainnya. Investasi di sektor ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Tentunya investasi pada sektor pertanian dan perkebunan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Menurut Rizal, sinergi antara pemerintah daerah dan pihak swasta menjadi kunci percepatan pembangunan ekonomi. “Harapannya dengan adanya master plan ini membuat pembangunan wilayah dapat dilakukan secara terarah serta memaksimalkan potensi sumber daya yang ada di Kabupaten Sigi,” sebutnya.
IAD sendiri merupakan pendekatan pembangunan yang mengintegrasikan tata kelola wilayah, penguatan kapasitas masyarakat lokal, perlindungan sumber daya alam, dan pengembangan ekonomi desa yang berkelanjutan. Dokumen master plan IAD akan menjadi panduan utama. “Dokumen master plan IAD dirancang sebagai panduan utama dalam mengintegrasikan intervensi lintas sektor ke dalam satu kesatuan wilayah pembangunan berbasis potensi lokal, baik melalui program pemerintah, inisiatif masyarakat dan kolaborasi multipihak,” jelas Rizal.
Melalui kolaborasi ini, Bupati Sigi berharap pembangunan dapat menjangkau kelompok rentan, memperkuat perlindungan alam, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara lebih merata dan berkelanjutan. Saat ini, luas lahan perkebunan kakao di Kabupaten Sigi mencapai 27.885 hektare, sementara luas lahan pertanian mencapai 15.280 hektare.
