Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) memastikan pelaksanaan pawai takbiran tetap dapat berjalan berbarengan dengan perayaan Hari Raya Nyepi pada Selasa, 17 Maret 2026. Keputusan ini diambil dengan menekankan pentingnya semangat toleransi dan saling menghormati antarumat beragama demi menjaga keamanan dan ketertiban.
Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, menegaskan bahwa kedua kegiatan keagamaan tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari praktik keyakinan masyarakat yang tidak boleh saling meniadakan. Ia menekankan bahwa sejak awal Ramadan, pihaknya telah berulang kali mengimbau masyarakat untuk menjaga toleransi apabila kedua perayaan tersebut bertepatan.
“Dua-duanya tetap jalan dengan semangat saling menghormati, saling menghargai, dan saling bertoleransi. Tidak boleh ada yang meniadakan Nyepi atau meniadakan pawai takbiran. Keduanya harus berjalan dengan semangat menghargai satu sama lain,” ujar Najmul Akhyar pada Senin (16/03/2026).
Najmul juga mengimbau seluruh elemen masyarakat Lombok Utara untuk menjalankan ajaran agama masing-masing tanpa mengganggu umat beragama lain. Ia secara khusus meminta peserta pawai takbiran untuk menghormati umat Hindu yang sedang menjalankan Nyepi dengan memperhatikan sejumlah batasan, seperti durasi kegiatan dan pengaturan volume suara.
Menurutnya, pawai takbiran adalah bagian dari syiar agama Islam yang patut dihargai, sebagaimana umat Islam juga menghormati pelaksanaan Nyepi. “Kita yang pawai takbir harus menghargai saudara-saudara kita yang sedang Nyepi. Mungkin ada batasan dari sisi lamanya kegiatan maupun dari sisi suara yang bisa diatur. Begitu juga saudara kita yang Nyepi diharapkan dapat memahami bahwa pawai takbiran adalah syiar agama Islam,” jelasnya.
Untuk menjamin situasi tetap kondusif selama kedua perayaan berlangsung, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara telah menyiapkan langkah pengamanan tambahan. Penambahan personel akan dilakukan untuk mengawal malam pawai takbiran.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja, serta melibatkan unsur masyarakat seperti pecalang agar bersama-sama menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung,” pungkas Najmul Akhyar.
