Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah merampungkan pemasangan batu boulder sebagai pemecah gelombang di kawasan Pantai Ampenan. Langkah ini merupakan upaya antisipasi terhadap ancaman abrasi pantai dan banjir rob yang kerap melanda wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Lale Widiahning, menjelaskan bahwa pemasangan batu boulder difokuskan di Kampung Bugis, Ampenan. Kawasan ini sebelumnya terdampak parah akibat gelombang pasang pada akhir Desember 2025.
“Total anggaran yang kami gunakan untuk memasang batu boulder di Kampung Bugis samping Depo Pertamina Ampenan sebesar Rp400 juta,” ujar Lale di Mataram pada Senin, 2 Februari 2026.
Dengan alokasi anggaran tersebut, batu boulder berhasil terpasang sepanjang sekitar 280 hingga 300 meter. Lale menerangkan, sistem pemasangan batu boulder dilakukan dengan cara dilepas berjejer, menjorok ke pantai sekitar 3-4 meter, tanpa disusun seperti tanggul.
Metode ini dipilih dengan tujuan utama untuk memecah dan menahan gelombang. Selain itu, cara pemasangan ini juga memastikan nelayan tetap dapat menurunkan perahu mereka saat hendak melaut.
“Kalau batu boulder disusun tinggi, nelayan tidak bisa kesulitan menurunkan perahu,” jelasnya.
Batu boulder yang digunakan merupakan batu alam dengan berat satu batu mencapai satu kubik, sehingga satu dam truk hanya dapat mengangkut 2-3 batu. Pemasangan batu boulder ini dinilai cukup efektif dalam mengantisipasi abrasi, mirip dengan sistem riprap.
“Kami berharap setelah pemasangan batu boulder bisa meminimalkan dampak abrasi pantai,” kata Lale.
Meski demikian, Lale mengakui bahwa keterbatasan anggaran Pemkot Mataram belum memungkinkan pemasangan batu boulder di Kampung Bugis bagian selatan Pura Segare. Oleh karena itu, pihaknya berharap Balai Wilayah Sungai (BWS) dapat memberikan bantuan untuk penanganan di kawasan tersebut.
“Harapan kami, BWS bisa bagi-bagi tugas,” tambahnya.
Lale juga mengungkapkan bahwa saat gelombang pasang pada 22 Desember 2025, yang menyebabkan 18 rumah rusak berat dan ratusan warga terdampak banjir rob, BWS telah memberikan bantuan berupa pembuatan tanggul sementara dari geobag. Sebanyak 750 lembar geobag dari BWS diberikan secara bertahap dan diisi pasir sebagai tanggul darurat.
“Semoga langkah antisipasi yang kami lakukan, bisa mencegah abrasi pantai,” pungkas Lale.
