Yogyakarta memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) seperti Imlek, puasa Ramadan, dan Idul Fitri 2026. Kondisi stok, khususnya beras, dilaporkan sangat aman, sementara harga komoditas lainnya terpantau stabil sesuai ketentuan.

Kepala Kanwil Perum Bulog Yogyakarta, Dedi Aprilyadi, menegaskan bahwa stok beras di wilayah DIY berada dalam kondisi yang sangat aman. “Untuk beras, kondisinya sangat aman. Stok yang kami kuasai saat ini mencapai 39.000 ton, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” terang Dedi dalam siaran pers Humas Pemda DIY pada Senin (9/2).

Dedi menambahkan, jumlah stok beras 39.000 ton tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan penyaluran Bantuan Pangan (Bapang) dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) selama 7 hingga 8 bulan ke depan. Rata-rata kebutuhan untuk kedua program tersebut adalah 5.000 ton per bulan. “Stok beras yang dikuasai Bulog Kanwil DIY saat ini sangat aman,” ujarnya kembali.

Tidak hanya beras, stok bahan pangan lain seperti tepung, gula, dan minyak goreng juga dipastikan aman. Hal ini berdasarkan hasil pemantauan lapangan yang dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, pada Kamis (5/2) lalu.

Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional, Nita Yulianis, mengungkapkan bahwa dari 14 komoditas yang menjadi fokus pemantauan, seluruhnya masih mengacu pada ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP) yang berlaku. “Alhamdulillah dari pantauan terhadap 14 komoditas, secara keseluruhan masih sesuai dengan ketentuan HET dan HAP. Kami berharap para pedagang dapat terus menjaga stabilitas harga di Provinsi DIY,” kata Nita.

Pihaknya menekankan pentingnya memastikan ketersediaan stok pangan dan menjamin masyarakat memperoleh bahan pokok sesuai harga yang telah ditetapkan. Masyarakat DIY diimbau untuk tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan. Sebagai langkah pendukung, Gerakan Pangan Murah akan digelar menjelang dan selama Ramadan. “Jadi nanti masyarakat Provinsi DIY tidak usah khawatir karena ada juga gerakan pangan murah yang dilakukan jelang dan sampai dengan bulan Ramadan. Ada sekitar tujuh kali yang dilakukan oleh dinas provinsi dan ada juga yang dilakukan oleh Bulog bersama dengan pemerintah,” imbuh Nita.

Ketua Pelaksana Satgas Saber DIY, Kombes Kayuswan Tri Panungko, menambahkan bahwa pemantauan ini bertujuan untuk memastikan harga bahan pokok tidak melebihi HET dan HAP. Selain itu, edukasi juga diberikan untuk mencegah praktik curang seperti monopoli harga dan penimbunan komoditas. Ia memberikan peringatan keras kepada produsen dan distributor agar tidak mempermainkan harga atau menimbun komoditas pangan prioritas. “Kami akan melakukan tindakan hukum sesuai dengan prosedur yang berlaku apabila ditemukan hal-hal seperti itu di tingkat baik produsen maupun distributor sampai seterusnya,” tegas Tri Panungko.