Grup K-pop global BTS kembali tampil dalam formasi lengkap, mengguncang Gwanghwamun Square, Seoul, pada Sabtu (20/3/2026). Konser ini menarik sekitar 260.000 penggemar, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar tahun ini. Momen bersejarah ini menandai penampilan penuh pertama ketujuh anggota, RM, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V, dan Jung Kook, sejak Oktober 2022, setelah mereka menyelesaikan wajib militer.

Meskipun ratusan ribu penggemar memadati area Gwanghwamun, kapasitas zona inti konser sangat terbatas. Hanya sekitar 22.000 orang yang berhasil memperoleh tiket gratis untuk masuk ke area utama. Sebagian besar penggemar lainnya menyaksikan pertunjukan melalui layar raksasa yang tersebar di sekitar lokasi. Tiket gratis yang dirilis sebelumnya ludes dalam hitungan menit, bahkan setelah lebih dari 100.000 orang mengantre secara daring.

Debut Album “Arirang” dan Siaran Global via Netflix

Konser ini juga menjadi panggung perdana bagi lagu-lagu dari album terbaru BTS, Arirang, yang telah dirilis sehari sebelumnya. Album ini merupakan karya grup pertama setelah seluruh anggota menyelesaikan wajib militer. Untuk menjangkau basis penggemar global, konser disiarkan langsung secara eksklusif melalui platform streaming Netflix. Kerja sama ini juga akan mencakup produksi dokumenter reuni BTS, menegaskan kembali posisi mereka sebagai ikon global industri hiburan.

Pengamanan Super Ketat: 7.000 Personel dan Sistem Anti-Drone Dikerahkan

Pemerintah Kota Seoul menerapkan pengamanan berlapis untuk mengantisipasi kepadatan ekstrem. Sebanyak 7.000 personel keamanan, termasuk unit khusus (SWAT), dikerahkan di sekitar lokasi konser. Selain itu, sistem anti-drone dioperasikan untuk mencegah potensi ancaman dari udara. Otoritas juga menyiapkan 31 titik akses masuk yang dilengkapi metal detector, serta menutup sementara beberapa stasiun kereta bawah tanah di sekitar lokasi. Akses ke sejumlah gedung di kawasan pusat kota turut dibatasi selama acara. Bahkan, pemerintah memberlakukan pembatasan sementara terhadap pengambilan senjata api oleh warga sipil, meskipun kepemilikan senjata di Korea Selatan sudah sangat terbatas.

Dampak Ekonomi Signifikan: Hotel Penuh dan Proyeksi Triliunan Rupiah

Kembalinya BTS membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi Seoul. Hotel-hotel di sekitar lokasi konser dilaporkan telah penuh sejak lebih dari sebulan sebelum acara, bahkan sebagian menaikkan tarif kamar. Berdasarkan estimasi Korea Culture & Tourism Institute, satu konser BTS berpotensi menghasilkan hingga USD 842 juta (sekitar Rp13,1 triliun) dari berbagai sektor, termasuk pariwisata, akomodasi, dan penjualan merchandise. Pelaku usaha lokal, seperti restoran dan jasa fotografi, turut bersiap menyambut lonjakan pengunjung dengan menyesuaikan layanan bagi wisatawan internasional.

Antusiasme Global di Tengah Kritik Warga Lokal

Penggemar dari berbagai negara berbondong-bondong datang ke Seoul untuk menyaksikan momen bersejarah ini. BTS diakui memiliki peran besar dalam memperluas pengaruh budaya Korea secara global, mulai dari musik hingga gaya hidup. Namun, skala acara ini juga memicu kritik dari warga lokal. Penutupan area publik dan pembatasan akses dinilai mengganggu aktivitas warga, termasuk acara pribadi yang telah direncanakan sebelumnya di sekitar Gwanghwamun. Sejumlah pihak juga mempertanyakan penggunaan sumber daya publik dalam jumlah besar untuk acara hiburan, terutama dengan keterlibatan platform swasta sebagai penyiar eksklusif.

Awal Era Baru dan Tur Dunia BTS

Konser di Gwanghwamun ini menjadi penanda dimulainya era baru bagi BTS setelah masa hiatus. Grup ini dijadwalkan memulai tur dunia bulan depan, dengan total 82 konser di lebih dari 30 kota besar, termasuk Singapura, Tokyo, Munich, dan Los Angeles. Bagi jutaan penggemar, comeback ini bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan simbol kembalinya salah satu grup paling berpengaruh di dunia ke panggung global.