Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Lamongan menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di wilayah tersebut. Melalui program BRI Peduli Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), BRI Lamongan kini menyediakan ruang kelas baru bagi siswa Madrasah Aliyah (MA) Sunan Ampel.
Peresmian fasilitas baru ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan kondusif. Branch Manager BRI Cabang Lamongan, Edy Hariyadi, menyatakan bahwa sarana pendidikan yang layak merupakan fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Melalui BRI Peduli TJSL, kami berupaya berkontribusi nyata bagi masyarakat dengan mendukung pembangunan fasilitas pendidikan. Bantuan ruang kelas baru ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberikan kenyamanan bagi para siswa serta tenaga pendidik,” ujar Edy Hariyadi pada Senin (5/1/2026).
Edy menambahkan, ruang kelas baru tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung sesuai standar pendidikan. Hal ini bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang optimal bagi para siswa.
Selain fokus pada sektor pendidikan, Edy Hariyadi menjelaskan bahwa program BRI Peduli TJSL juga menyasar bidang lain seperti sosial, lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Komitmen BRI untuk bersinergi dengan dunia pendidikan diharapkan terus berlanjut.
“Langkah ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang berkarakter, kompeten, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala MA Sunan Ampel Lamongan, Mudhofar, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan. Ia mengakui bahwa selama ini keterbatasan ruang kelas menjadi tantangan signifikan, terutama dengan terus bertambahnya jumlah siswa setiap tahun.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian serta bantuan dari BRI Peduli. Dengan adanya tambahan ruang kelas, kami dapat mengelola kegiatan pembelajaran dengan lebih baik dan memberikan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi siswa,” pungkas Mudhofar.
