BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) resmi membuka kantor cabang baru di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Kamis (5/3) sore. Langkah ini menegaskan komitmen perusahaan pembiayaan tersebut dalam mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

Direktur Manajemen Risiko BRI Finance, Ari Prayuwana, menjelaskan bahwa ekspansi ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas penetrasi pasar di NTB. “Kami melihat Mataram sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Indonesia Timur yang didukung oleh sektor perdagangan, pariwisata, dan UMKM yang solid,” ujar Ari saat peresmian. Ia menambahkan, kehadiran BRI Finance bertujuan menyediakan solusi pembiayaan yang relevan, kompetitif, dan terjangkau guna meningkatkan produktivitas masyarakat serta mendorong akselerasi ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Keputusan strategis ini sejalan dengan prospek ekonomi Kota Mataram yang menunjukkan tren positif. Pada tahun 2024, Mataram mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,12 persen dan menargetkan pertumbuhan hingga 8 persen pada tahun 2030, dengan fokus pada transformasi ekonomi hijau serta penurunan ketimpangan.

Kota ini juga dinobatkan sebagai kota paling maju kedua di luar Pulau Jawa pada 2024 dengan indeks daya saing sebesar 4,29 poin. “Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran, serta UMKM khususnya subsektor kuliner dan pariwisata,” jelas Ari.

Secara struktural, karakter sosial-budaya masyarakat Kota Mataram yang merupakan perpaduan suku Sasak, Bali, serta pengaruh Tionghoa dan Arab, turut membentuk ekosistem ekonomi yang unik dan resilien. Keberagaman ini melahirkan berbagai peluang usaha berbasis pariwisata, kuliner, dan kriya yang menjadi penggerak utama ekonomi lokal. Kekayaan budaya seperti tenun ikat/songket dan mutiara Lombok juga mendorong berkembangnya sektor kriya bernilai tambah tinggi, sekaligus memperkuat posisi ekonomi kreatif daerah.

Ari Prayuwana menegaskan bahwa sebagai perusahaan pembiayaan yang berizin dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BRI Finance menempatkan aspek kepatuhan dan perlindungan konsumen sebagai fondasi utama dalam menjalankan kegiatan usaha. Ia berharap, kehadiran BRI Finance di Mataram dapat memperluas inklusi keuangan melalui penyediaan akses pembiayaan formal yang lebih mudah dijangkau, transparan, dan bertanggung jawab.

sumber gambar: gesit.id