Banjir dan tanah longsor melanda Desa Toro, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Minggu (24/5/2026) sore. Bencana alam ini menyebabkan sedikitnya 50 hektare sawah masyarakat terendam dan memutus akses jalan penghubung antara Desa Toro dan Sungku.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, Asbudianto, menjelaskan bahwa banjir tersebut dipicu oleh penyempitan aliran sungai yang menyebabkan luapan air. “Jadi selain banjir juga terjadi tanah longsor di Desa Toro akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut,” kata Asbudianto di Palu, Minggu (24/5/2026).

Asbudianto memastikan bahwa tidak ada laporan mengenai pengungsi maupun korban jiwa akibat insiden ini. Namun, dampak material cukup signifikan. “Untuk laporan sementara ada 50 hektare sawah dan penggilingan padi terendam banjir, serta jalan penghubung Desa Toro dan Sungku terdampak tanah longsor,” ujarnya.

Hingga Senin (25/5/2026), air masih menggenangi lahan pertanian warga di Desa Toro. Asbudianto menambahkan bahwa kebutuhan mendesak saat ini adalah normalisasi sungai. “Kebutuhan mendesak di Desa Toro berupa normalisasi sungai di daerah tersebut,” sebutnya.

Menanggapi situasi ini, Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae segera menginstruksikan BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat untuk melakukan penanganan. “Saya sudah perintahkan Dinas Pekerjaan Umum segera melakukan normalisasi sungai di bagian atas perkampungan sekaligus membuat jalur aliran air agar lebih aman bagi warga di Desa Toro,” kata Rizal.

Bencana banjir dan tanah longsor ini diketahui terjadi pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 17.40 WITA.