Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, dengan penambahan armada kendaraan. Bantuan satu unit mobil tangki telah diterima dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk mendukung operasional pemadaman.

Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, menjelaskan bahwa mobil tangki tersebut akan digunakan untuk mengangkut air bersih dan menyuplai air bagi armada pemadam kebakaran. “Kami mendapat bantuan satu unit mobil tanki dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk digunakan mengangkut air bersih dan penyuplai air untuk armada pemadam kebakaran (damkar). Kami terus berupaya melakukan penambahan kendaraan,” ujar Rivai dihubungi dari Palu pada Selasa (3/2).

Upaya Penanganan dan Peringatan Dini

Sejak peristiwa karhutla yang dimulai pada Minggu (1/2) sekitar pukul 22.00 Wita, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong telah mengerahkan tiga unit kendaraan pemadam kebakaran. BPBD setempat juga telah berkoordinasi lintas sektor, termasuk mengajukan permohonan bantuan mobil pemadam kebakaran dari Pemprov Sulteng, serta mobil tangki dari BPBD dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulteng.

Meski demikian, hingga Selasa (3/2), api belum sepenuhnya padam. Rivai mengungkapkan kekhawatirannya akan potensi api membesar kembali. “Meskipun api sudah kecil, tidak menutup kemungkinan bisa membesar kembali karena angin cukup kencang pada siang hari. Sembari menunggu tambahan bantuan kendaraan, kami terus berjibaku melakukan langkah-langkah penanganan,” katanya.

Selain penanganan di lapangan, BPBD juga gencar melakukan edukasi kepada masyarakat agar tidak membakar ranting kayu dan semak belukar sisa pembersihan lahan kebun. Dari hasil kaji cepat BPBD, karhutla ini dipastikan berasal dari aktivitas pembersihan kebun warga.

Dampak dan Kolaborasi Lintas Sektor

Karhutla di Desa Avolua telah berdampak pada sekitar 20 hektare lahan kebun milik warga. Untuk memperkuat penanganan, BPBD Parigi Moutong telah menerima tambahan personel dari Manggala Agni, bantuan Kementerian Kehutanan, sejak Senin (2/2).

“Sejak Senin (2/2) kami juga mendapat tambahan personel dari Manggala Agni bantuan Kementerian Kehutanan. Mereka membantu penanganan dengan cara manual, terutama di wilayah pegunungan karena di wilayah itu tidak bisa dijangkau kendaraan pemadam kebakaran. Dengan cara apa pun kami harus menjinakkan kobaran api,” tutur Rivai.

Saat ini, BPBD juga telah meminta bantuan kendaraan khusus kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengatasi sejumlah titik kebakaran di wilayah pegunungan yang sulit dijangkau.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Parigi Moutong sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat bencana alam mulai 30 Januari hingga 28 Februari 2026, menindaklanjuti imbauan BMKG terkait kondisi cuaca ekstrem. Laporan terbaru juga menyebutkan kemunculan titik api di sekitar gunung di Desa Petapa, Kecamatan Parigi Tengah, yang langsung ditindaklanjuti.

“Kami mendapat laporan ada kemunculan titik api di sekitar gunung di Desa Petapa, Kecamatan Parigi Tengah. Informasi seperti ini langsung kami tindaklanjuti untuk melakukan langkah pemadaman. Kami juga dibantu personel damkar, TNI/Polri, Manggala Agni, pemerintah desa, dan masyarakat setempat dan kami berharap upaya dilakukan membuahkan hasil yang baik,” pungkas Rivai.