Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, telah mendirikan posko terpadu guna memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah tersebut. Posko ini berlokasi di Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara, dan berfungsi sebagai pusat koordinasi serta kesiapsiagaan.
Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, menjelaskan bahwa pendirian posko ini merupakan langkah strategis dalam menghadapi bencana non-alam. “Posko ini dibangun untuk kepentingan koordinasi dan kesiapsiagaan dalam melakukan penanggulangan bencana non alam (karhutla),” ujar Rivai saat dihubungi dari Palu pada Rabu (4/2/2026).
Hingga hari keempat, petugas masih terus berjibaku memadamkan api di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara. Titik-titik api yang menyebar, terutama di area pegunungan dan perbukitan, menjadi tantangan besar bagi tim di lapangan. Akses yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran (damkar) memaksa petugas untuk menggunakan metode manual.
“Langkah yang dilakukan saat ini masih menggunakan metode manual khusus kebakaran di atas gunung dan bukit. Kami juga sedang meminta bantuan penambahan armada dari pemerintah Sulawesi Tengah maupun BNPB untuk percepatan penanggulangan,” tambah Rivai.
Pembangunan posko terpadu ini sejalan dengan status siaga darurat bencana yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong, berlaku mulai 30 Januari hingga 28 Februari 2026. Penetapan status ini didasarkan pada imbauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana alam maupun non-alam di Sulawesi Tengah.
Rivai juga menegaskan bahwa posko terpadu akan menjadi sumber informasi utama mengenai perkembangan penanganan karhutla. “Sumber informasi terkait perkembangan penanganan karhutla dapat diakses melalui posko terpadu. Posko ini kami dirikan di Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara dengan radius yang cukup aman dari lokasi kebakaran,” jelasnya.
Saat ini, bantuan berupa satu unit mobil tangki BPBD dan dua unit mobil tangki milik Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sulawesi Tengah telah tiba dan beroperasi. Armada ini berfungsi sebagai penyuplai air untuk kendaraan damkar serta kebutuhan air bersih. “Kami berharap bantuan kendaraan lainnya bisa secepatnya masuk untuk memperkuat armada yang beroperasi di lapangan,” pungkas Rivai.
