Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem. Langkah ini diambil menyusul munculnya bibit siklon tropis di wilayah Indonesia yang berpotensi memicu dampak signifikan di daerah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram, Budi Wartono, menjelaskan bahwa koordinasi intensif terus dijalin dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid. Tujuannya adalah untuk memantau perkembangan cuaca terkini secara akurat.
“Informasi yang dirilis oleh BMKG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menjadi pedoman utama bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah pencegahan dan analisis tindakan di lapangan,” ujar Budi Wartono di Mataram, Kamis (5/3/2026).
Budi menambahkan, dampak dari bibit siklon tropis ini sudah mulai terasa di Kota Mataram, ditandai dengan angin kencang. Potensi bahaya yang harus diwaspadai meliputi pohon tumbang dan gelombang tinggi di wilayah pesisir.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah berkolaborasi dengan dinas terkait, serta pihak kelurahan dan kecamatan, untuk melakukan perantingan atau pemangkasan pohon-pohon yang dinilai rawan tumbang. “Alhamdulillah, beberapa waktu lalu saat angin sempat mereda, sudah dilakukan perantingan pohon di berbagai titik untuk mengurangi risiko ke depannya,” kata Budi.
Khusus untuk wilayah pesisir pantai, BPBD mengimbau warga agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Informasi dari BMKG menunjukkan bahwa ketinggian gelombang laut berpotensi mencapai di atas 2,5 meter. Meskipun masyarakat pesisir dinilai memiliki mitigasi alami karena terbiasa dengan siklus cuaca tahunan, koordinasi dengan pihak kelurahan setempat tetap menjadi prioritas.
Selain itu, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, BPBD juga mengeluarkan imbauan khusus bagi sektor pariwisata. Masyarakat dan wisatawan disarankan untuk tidak berenang atau mandi di pantai selama kondisi cuaca ekstrem masih berlangsung. “Untuk sementara lebih baik hindari berenang di pantai guna mencegah kejadian yang tidak diinginkan, sampai situasi kembali normal,” tegas Budi.
BPBD berharap siklus cuaca tahunan ini dapat segera kembali stabil agar aktivitas masyarakat dapat berjalan normal tanpa gangguan.
sumber gambar: gesit.id 