Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas II Jawa Timur memprediksi mayoritas wilayah di provinsi tersebut akan memasuki musim kemarau mulai Mei 2026. Meskipun demikian, sebagian kecil daerah di Jawa Timur sudah akan merasakan awal musim kemarau pada Maret tahun ini.
Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Jawa Timur, Anung Suprayitno, menjelaskan bahwa wilayah Jawa Timur mencakup 74 Zona Musim (ZOM). Dari jumlah tersebut, 26 ZOM diprediksi akan memasuki musim kemarau pada Maret 2026.
Sebagian Besar Wilayah Kering Mulai Mei
Anung merinci, sebagian besar daerah di Jawa Timur, yakni 43 ZOM atau setara 56,9 persen dari total wilayah, diperkirakan baru akan memasuki musim kemarau pada Mei 2026. Sementara itu, lima ZOM sisanya diprediksi paling akhir, yakni pada Juni 2026.
“Perbandingan awal musim kemarau dengan normalnya (tahun 1991-2020) diprediksi mundur di 36 ZOM, di 23 ZOM sama, dan di 15 ZOM maju,” kata Anung dalam paparannya melalui zoom meeting, Selasa (10/3/2026).
Beberapa daerah yang diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada April 2026 antara lain Kecamatan Tanjung Bumi di Bangkalan, serta Kecamatan Banyuates dan Ketapang di Kabupaten Sampang. Selain itu, seluruh wilayah Kota Probolinggo, bagian timur dan utara Kabupaten Probolinggo, serta bagian timur dan utara Kabupaten Situbondo juga akan mengalaminya.
Daerah yang diprediksi paling akhir memasuki musim kemarau, tepatnya pada Juni 2026, adalah Kecamatan Pronojowo dan Tempursari di Kabupaten Lumajang, serta Kecamatan Ampel Gading di Kabupaten Malang.
Puncak Kemarau Dominan Agustus
Puncak musim kemarau 2026 di Jawa Timur diprediksi dominan terjadi pada Agustus 2026, mencakup 53 ZOM atau 70,9 persen dari luas wilayah. Namun, sekitar 15 persen wilayah Jawa Timur diperkirakan akan memasuki puncak musim kemarau lebih awal, yakni pada Juli 2026.
Mengenai durasi, Anung melanjutkan, 20 ZOM atau sekitar 23 persen dari luas wilayah Jawa Timur diprediksi memiliki durasi musim kemarau paling panjang, berada pada rentang 22-24 dasarian. Kemudian, 27 ZOM memiliki durasi di rentang 19-21 dasarian, dan 20 ZOM di 16-18 dasarian.
“BMKG menghimbau agar informasi prediksi musim kemarau 2026 ini dijadikan sebagai bentuk peringatan dini untuk dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan dalam aksi dini,” ujarnya.
