(SPAG) yang dioperasikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperkuat perannya sebagai garda terdepan dalam memantau perubahan iklim global. Berlokasi strategis di Taman Nasional Lore Lindu, Bariri, Poso, Sulawesi Tengah, stasiun ini menjadi satu-satunya fasilitas pemantauan atmosfer global di wilayah ekuator, menjadikannya krusial bagi pemahaman dinamika iklim dunia.

SPAG Lore Lindu Bariri merupakan bagian integral dari program Global Atmosphere Watch (GAW) di bawah naungan World Meteorological Organization (WMO). Dari total 31 stasiun GAW di seluruh dunia, posisi Lore Lindu yang berada pada ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut dan jauh dari sumber polusi antropogenik, memberikan data yang sangat representatif untuk kondisi atmosfer latar belakang global.

Peran Strategis di Garis Khatulistiwa

Didirikan pada tahun 2004, SPAG Lore Lindu telah mengalami berbagai peningkatan signifikan, dengan modernisasi besar terakhir diselesaikan pada akhir 2023 hingga awal 2024. Peningkatan ini mencakup penambahan sensor dan instrumen canggih untuk memantau berbagai parameter atmosfer.

Stasiun ini secara kontinu mengukur konsentrasi gas rumah kaca utama seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan dinitrogen oksida (N2O). Selain itu, pemantauan juga dilakukan terhadap ozon (permukaan dan total kolom), sifat optik dan komposisi kimia aerosol, karbon hitam, serta radiasi matahari (UV-B dan total). Data meteorologi dasar juga dikumpulkan untuk memberikan konteks yang komprehensif.

Kepala BMKG, Prof. Dwikorita Karnawati, dalam sebuah seminar daring pada November 2025, menekankan pentingnya stasiun ini. “SPAG Lore Lindu Bariri adalah mata dan telinga kita terhadap perubahan iklim global. Data yang dihasilkan menjadi fondasi penting bagi kebijakan mitigasi dan adaptasi,” ujarnya. Ia juga menyoroti peran stasiun dalam memantau potensi “titik balik” (tipping point) pemanasan global.

Kontribusi Data untuk Riset dan Kebijakan

Data yang dihasilkan oleh SPAG Lore Lindu Bariri memiliki nilai ilmiah yang sangat tinggi. Informasi ini digunakan secara luas untuk penelitian perubahan iklim, validasi data satelit, serta memahami proses transportasi atmosfer. Kontribusi data dari stasiun ini juga menjadi salah satu pilar dalam penyusunan laporan-laporan Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC).

Sebuah riset yang dipublikasikan pada tahun 2025, menggunakan data dari SPAG Lore Lindu, menunjukkan adanya akselerasi peningkatan konsentrasi metana (CH4) di wilayah ekuator. Fenomena ini mengkhawatirkan dan diduga terkait dengan emisi dari lahan basah serta praktik pertanian di kawasan tersebut. “Keberadaan stasiun ini di ekuator sangat strategis, memberikan perspektif unik yang tidak bisa didapatkan dari stasiun di lintang lain,” tambah Dr. Rina Agustina, peneliti iklim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang sering memanfaatkan data SPAG Lore Lindu.

BMKG juga terus menjalin kerja sama erat dengan mitra internasional seperti National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat dan Japan Meteorological Agency (JMA) untuk pertukaran data dan kalibrasi instrumen. Pada akhir 2025, sebuah lokakarya regional juga telah diselenggarakan di stasiun ini, melibatkan para ilmuwan dari berbagai negara untuk membahas interpretasi data dan aplikasinya dalam strategi ketahanan iklim lokal.