Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika () mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah , Jawa Tengah, pada Kamis, 19 Februari 2026. Sebagian besar wilayah kabupaten tersebut diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang berpotensi disertai petir dan angin kencang, terutama pada siang hingga sore hari.

Peringatan ini disampaikan menyusul analisis kondisi atmosfer yang menunjukkan adanya potensi peningkatan aktivitas pertumbuhan awan konvektif. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang mungkin timbul akibat cuaca buruk ini, seperti banjir, tanah longsor, genangan air, hingga pohon tumbang.

Wilayah Terdampak dan Potensi Dampak

Menurut prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, beberapa kecamatan yang berpotensi mengalami antara lain Purbalingga Kota, Karangreja, Karanganyar, Bobotsari, Kutasari, dan Mrebet. Hujan diperkirakan akan mulai turun pada siang hari dan mencapai puncaknya pada sore menjelang malam.

Kecepatan angin rata-rata diprediksi berkisar antara 10-20 kilometer per jam dari arah Barat Daya. Namun, saat terjadi hujan lebat, kecepatan angin bisa meningkat signifikan dan berpotensi menyebabkan pohon tumbang atau kerusakan ringan pada struktur bangunan yang tidak kokoh.

Kepala Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Rahmat Hidayat, menekankan pentingnya kewaspadaan. “Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG dan meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan atau tinggal di daerah lereng dan bantaran sungai,” ujarnya.

Faktor Pemicu Cuaca Ekstrem

BMKG menjelaskan, kondisi cuaca ekstrem ini dipicu oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah adanya daerah konvergensi massa udara di wilayah Jawa Tengah bagian selatan yang menyebabkan penumpukan uap air. Selain itu, kelembaban udara yang tinggi di lapisan bawah hingga menengah atmosfer turut mendukung pembentukan awan hujan.

Suhu udara di Purbalingga pada hari ini diperkirakan berada dalam rentang 23 hingga 31 derajat Celsius, dengan tingkat kelembaban udara antara 70 hingga 95 persen. Kondisi ini sangat kondusif untuk pembentukan awan Cumulonimbus yang dapat menyebabkan hujan intensitas tinggi dalam waktu singkat.

Imbauan dan Langkah Antisipasi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga juga telah mengaktifkan tim siaga bencana di beberapa titik rawan. Masyarakat di daerah perbukitan atau lereng gunung diminta untuk mewaspadai potensi tanah longsor, terutama jika hujan turun terus-menerus selama beberapa jam.

Bagi pengendara, diimbau untuk berhati-hati karena jarak pandang dapat berkurang drastis saat hujan lebat. Disarankan untuk menunda perjalanan jika tidak mendesak atau mencari tempat berteduh yang aman. Warga juga diingatkan untuk membersihkan saluran air di sekitar tempat tinggal guna mencegah genangan dan banjir.