Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika () Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang akan melanda pada Jumat, 20 Februari 2026. Prakiraan menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Semarang berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama pada siang hingga sore hari.

Menurut data terbaru dari BMKG, kondisi cuaca pada pagi hari diperkirakan akan berawan dengan kemungkinan hujan ringan di beberapa area. Namun, memasuki siang hingga sore hari, intensitas hujan akan meningkat signifikan menjadi sedang hingga lebat, disertai kilat atau petir. Menjelang malam, cuaca diprediksi kembali berawan dengan potensi hujan ringan yang mereda.

Suhu udara di Kota Semarang hari ini diperkirakan berkisar antara 25 hingga 32 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi, yakni antara 70 hingga 95 persen. Angin akan bertiup dari arah Barat Laut dengan kecepatan sekitar 10 hingga 20 kilometer per jam.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang mungkin timbul akibat cuaca ekstrem ini. Potensi genangan air di sejumlah ruas jalan, banjir rob di wilayah pesisir utara Semarang, serta pohon tumbang akibat angin kencang perlu diantisipasi. “Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dari BMKG dan meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan atau tinggal di daerah rawan banjir,” ujar seorang prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang.

Warga yang berdomisili di daerah dataran rendah atau dekat aliran sungai, serta mereka yang beraktivitas di laut, diminta untuk lebih berhati-hati. Persiapan menghadapi kemungkinan banjir dan genangan air sangat penting untuk meminimalkan risiko dan kerugian.