Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat di wilayah barat dan selatan Aceh. Potensi hujan disertai angin kencang diperkirakan akan melanda hingga Rabu, 4 Februari 2026.

Prakirawan Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya Aceh, Rijal Sains Fikri, menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini disebabkan oleh adanya wilayah atmosfer bertekanan rendah di perairan Aceh bagian barat. “Kondisi hujan dan angin kencang ini disebabkan adanya wilayah atmosfer bertekanan rendah di perairan Aceh bagian barat,” kata Rijal kepada ANTARA pada Selasa.

Menurut Rijal, tekanan rendah tersebut memicu penumpukan udara dan pembentukan awan yang signifikan, sehingga meningkatkan potensi hujan di wilayah Aceh bagian barat dan selatan. Selain itu, hujan juga dipengaruhi oleh konvergensi atau penumpukan massa udara di perairan tersebut.

“Untuk potensi hujan ini kalau dari pantauan kami masih terjadi hingga hari Rabu, 4 Februari 2026,” tambahnya.

Dampak lain dari kondisi cuaca ini adalah potensi gelombang tinggi di perairan Aceh bagian barat dan selatan, dengan ketinggian berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter.

BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar rumah untuk mempersiapkan diri, misalnya dengan membawa jas hujan atau payung. “Masyarakat diimbau juga mengikuti perkembangan arahan dari pihak berwenang lain seperti BPBD, BNPB terkait perkembangan cuaca,” pungkas Rijal Sains Fikri.