Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang membayangi periode mudik Lebaran 2026. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, angin kencang, dan potensi bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Indonesia.

Dalam keterangan resminya, BMKG menjelaskan bahwa dinamika atmosfer global dan regional masih sangat aktif. Kondisi ini dipengaruhi oleh Madden-Julian Oscillation (MJO) serta gelombang ekuatorial seperti Kelvin dan Rossby, yang secara signifikan meningkatkan potensi pembentukan awan hujan.

Dinamika Atmosfer Picu Cuaca Ekstrem

“Potensi pertumbuhan awan hujan dan aktivitas konvektif diperkirakan lebih dominan terjadi di wilayah Indonesia bagian tengah hingga timur,” tulis BMKG, menekankan area-area yang perlu mendapat perhatian khusus.

Pada periode 12–15 Maret 2026, beberapa daerah telah mencatat curah hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Curah hujan tertinggi tercatat di Sulawesi Tengah (90 mm per hari), Aceh (85 mm per hari), Sumatra Utara (84,2 mm per hari), dan Papua Selatan (82,9 mm per hari).

Selain hujan, cuaca panas terik juga terpantau di beberapa wilayah. Suhu maksimum mencapai 37,2 derajat Celsius di Jawa Barat, serta di atas 35 derajat Celsius di Jawa Timur, Kalimantan, dan Banten. BMKG menyebut kondisi ini disebabkan oleh berkurangnya tutupan awan di sebagian wilayah barat Indonesia.

Prakiraan Cuaca Selama Periode Mudik

Memasuki periode 17–20 Maret 2026, hujan ringan hingga sedang diperkirakan mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. Namun, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini kategori siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, serta Papua Tengah dan sekitarnya. Angin kencang juga berpotensi melanda Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Pola cuaca serupa diprediksi berlanjut pada periode 21–23 Maret 2026, dengan hujan ringan hingga sedang yang dominan, serta potensi hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

BMKG mengingatkan bahwa kondisi cuaca yang fluktuatif ini berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan mudik, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara. “Hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang berpotensi mengganggu perjalanan selama periode mudik Lebaran,” tegas BMKG.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan genangan, khususnya di wilayah rawan. Selain itu, pemudik dianjurkan untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, termasuk situs web, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial, demi perencanaan perjalanan yang aman dan nyaman.