Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika () mengeluarkan peringatan dini terkait potensi peningkatan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Peningkatan curah hujan ini diprediksi akan berlangsung mulai Minggu, 22 Februari hingga Rabu, 25 Februari 2026, dengan fokus kewaspadaan tinggi di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah.

Peringatan ini disampaikan menyusul analisis dinamika atmosfer yang menunjukkan adanya kombinasi beberapa faktor pemicu. Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Dr. Hary Tirto Djatmiko, menjelaskan bahwa fenomena ini dipengaruhi oleh aktifnya Monsun Asia, Madden-Julian Oscillation (MJO), serta gelombang Kelvin dan Rossby ekuatorial yang melintasi wilayah Indonesia. Selain itu, suhu muka laut yang hangat di sekitar perairan Indonesia turut berkontribusi dalam pembentukan awan hujan.

Wilayah Terdampak dan Potensi Bencana

Beberapa daerah di jalur Pantura Jawa Tengah yang diidentifikasi memiliki risiko tinggi terdampak adalah Brebes, Tegal, Pekalongan, Demak, Jepara, Pati, hingga Rembang. Selain wilayah pesisir, daerah pegunungan dan dataran tinggi di Jawa Tengah juga perlu mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi.

Potensi bencana yang mungkin terjadi meliputi banjir, banjir rob (khususnya di wilayah pesisir), tanah longsor, serta angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan dampak dari cuaca ekstrem ini.

Imbauan dan Langkah Mitigasi

Dr. Hary Tirto Djatmiko menegaskan, “Kami mengimbau masyarakat di wilayah pesisir utara Jawa Tengah dan daerah rawan bencana lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan. Potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir rob, dan tanah longsor sangat mungkin terjadi.”

Pemerintah daerah di seluruh Jawa Tengah juga diminta untuk segera mengambil langkah-langkah mitigasi. Ini termasuk pembersihan saluran air, pemantauan daerah rawan longsor, serta menyiapkan posko siaga bencana. Koordinasi antar instansi terkait, seperti BPBD, TNI, Polri, dan relawan, diharapkan dapat berjalan optimal untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

Masyarakat dianjurkan untuk terus memantau informasi terbaru mengenai prakiraan cuaca dari BMKG melalui kanal-kanal resmi. Hindari aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak saat hujan lebat dan angin kencang melanda, serta siapkan rencana evakuasi mandiri jika tinggal di area rawan bencana.

Dampak Jangka Panjang dan Perubahan Iklim

Fenomena peningkatan curah hujan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya adaptasi terhadap perubahan iklim. BMKG secara berkelanjutan melakukan pemantauan dan analisis untuk memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu, guna mendukung upaya mitigasi bencana di seluruh Indonesia.