Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap memperingatkan pemudik Lebaran 2026 untuk mewaspadai potensi cuaca panas ekstrem yang disusul hujan di jalur selatan dan tengah Jawa. Kondisi ini diprediksi akan mewarnai perjalanan mudik hingga sepekan ke depan, menuntut kewaspadaan ekstra dari para pengendara.

Hujan dilaporkan kembali turun di wilayah Banyumas, Jawa Tengah, pada Senin (16/3) kemarin. Fenomena ini menjadi indikasi awal dari pola cuaca yang diperkirakan akan berlanjut selama periode mudik Lebaran.

Potensi Suhu Panas dan Hujan Sore Hari

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menjelaskan bahwa selain hujan, suhu panas juga diperkirakan akan mendominasi. “Suhu udara maksimum diperkirakan berada di kisaran 33 derajat Celcius dan kondisi ini masih berpotensi berlangsung hingga sepekan ke depan,” kata Teguh.

Teguh menambahkan, cuaca panas diperkirakan terjadi pada siang hari dan berpotensi disertai hujan dengan intensitas sedang pada sore hingga malam hari. Paparan sinar matahari langsung juga berpotensi terjadi, terutama pada siang hari, yang memerlukan antisipasi dari para pemudik demi kenyamanan dan keamanan perjalanan.

Imbauan untuk Pemudik

Menyikapi prakiraan cuaca tersebut, BMKG mengimbau para pemudik untuk mempersiapkan diri dengan matang. Teguh menyarankan agar pemudik mengenakan pakaian berwarna terang untuk mengurangi dampak panas akibat paparan sinar matahari.

Selain itu, membawa persediaan air minum yang cukup sangat penting untuk mencegah dehidrasi. Bagi pemudik yang menggunakan kendaraan bermotor, disarankan untuk membawa perlengkapan tambahan seperti mantel hujan sebagai langkah antisipasi jika terjadi hujan di tengah perjalanan.

BMKG juga mencatat bahwa arah angin di wilayah tersebut mulai bervariasi, bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan berkisar antara 5 hingga 30 kilometer per jam. “Dengan memperhatikan kondisi cuaca ini, kami berharap para pemudik dapat lebih waspada dan mengantisipasi berbagai kemungkinan selama perjalanan, khususnya saat melintasi jalur selatan Jawa Tengah,” pungkas Teguh.