Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juanda kembali memperbarui status peringatan dini cuaca untuk wilayah Jawa Timur. Memasuki akhir pekan pertama Mei 2026, potensi hujan berintensitas tinggi dilaporkan mereda. Namun, masyarakat justru harus ekstra waspada terhadap ancaman sambaran petir yang meluas pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Peringatan ini menjadi alarm kewaspadaan bagi warga yang hendak beraktivitas di luar rumah pada akhir pekan. BMKG mengeluarkan peringatan khusus hujan disertai petir untuk puluhan kabupaten/kota yang tersebar hampir di seluruh penjuru Jawa Timur. Kawasan padat penduduk seperti Surabaya Raya dan Malang Raya termasuk dalam daftar daerah yang berpotensi terdampak.
Puluhan daerah yang dimaksud meliputi Bangkalan, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri, Kota Batu, Kota Madiun, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kota Surabaya, Lamongan, Lumajang, Madiun, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Pamekasan, Pasuruan, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Tuban, Magetan, Ngawi, dan Ponorogo.
Masyarakat di wilayah-wilayah tersebut, terutama yang sedang menikmati libur akhir pekan di ruang terbuka, diimbau untuk segera mencari tempat berlindung yang aman jika mendung gelap mulai menebal. Selain itu, warga juga diminta menghindari berteduh di bawah pohon atau struktur logam yang rawan petir.
Selain potensi petir, BMKG juga menetapkan dua kabupaten dalam kategori Waspada potensi hujan sedang hingga lebat, yaitu Magetan dan Ngawi. BMKG mengingatkan bahwa peringatan dini tingkat kabupaten/kota ini disusun berdasarkan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi di wilayah tersebut.
Untuk informasi cuaca lebih detail dan resolusi lebih tinggi hingga level kelurahan/desa, masyarakat dapat mengunjungi langsung situs web atau media sosial resmi BMKG Juanda.
