Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika () mengeluarkan cuaca ekstrem untuk wilayah Jabodetabek. Hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang diprediksi akan mengguyur sebagian besar area tersebut mulai hari ini, Jumat (20/2/2026), hingga Minggu (22/2/2026).

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak yang mungkin timbul. “Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi dampak seperti banjir, genangan, pohon tumbang, dan tanah longsor, terutama di daerah rawan,” ujar Dwikorita dalam keterangan resminya.

Potensi Dampak dan Wilayah Terdampak

Puncak curah hujan tinggi diperkirakan akan terjadi pada akhir pekan ini. Beberapa wilayah seperti Jakarta Selatan dan Jakarta Timur dilaporkan sudah mengalami genangan air pada pagi hari ini, meskipun belum mengganggu aktivitas signifikan.

Potensi hujan lebat ini mencakup seluruh wilayah DKI Jakarta, serta sebagian besar Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Kondisi ini disebabkan oleh peningkatan aktivitas konvektif di wilayah Jawa bagian barat yang didukung oleh suhu muka laut yang hangat di perairan utara Jawa, memicu pembentukan awan hujan intensif.

Langkah Mitigasi dan Imbauan Pemerintah Daerah

Menyikapi peringatan ini, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta telah menyiagakan personel dan pompa air di titik-titik rawan banjir. Langkah ini diambil untuk memastikan penanganan genangan dapat dilakukan dengan cepat dan efektif.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta juga mengingatkan warga untuk terus memantau informasi cuaca terkini dari sumber resmi. Warga diimbau untuk menyiapkan langkah mitigasi personal, seperti membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing dan memangkas dahan pohon yang rapuh.

Kewaspadaan di Musim Penghujan

BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra mengingat Jabodetabek merupakan wilayah padat penduduk dengan infrastruktur yang rentan terhadap dampak cuaca ekstrem. Masyarakat diminta untuk tidak berteduh di bawah pohon besar saat hujan deras disertai angin kencang dan petir, serta menghindari area genangan yang berpotensi membahayakan.

Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan cuaca dapat diakses melalui situs resmi BMKG atau aplikasi info BMKG yang tersedia untuk publik.