Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika () mengeluarkan mengenai potensi cuaca ekstrem yang akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 20 hingga 21 Februari 2026. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang.

Wilayah Terdampak dan Potensi Bencana

Menurut analisis BMKG, hampir seluruh wilayah Indonesia berpotensi terdampak fenomena cuaca ekstrem ini. Beberapa provinsi yang diprediksi mengalami hujan lebat meliputi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung di Pulau Sumatera. Di Jawa, wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur juga berpotensi diguyur hujan intensitas tinggi.

Selain itu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, serta Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara turut masuk dalam daftar wilayah yang perlu diwaspadai. Potensi cuaca ekstrem juga meluas hingga Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua, termasuk Bali dan Nusa Tenggara.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, pada Kamis (19/2/2026) menegaskan pentingnya kewaspadaan. “Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan,” ujarnya.

Penyebab dan Kondisi Perairan

BMKG menjelaskan, kondisi cuaca ekstrem ini dipicu oleh beberapa faktor meteorologis. Teridentifikasi adanya sirkulasi siklonik di sekitar Laut Natuna Utara dan Samudra Hindia barat daya Sumatera. Selain itu, konvergensi atau pertemuan massa udara memanjang dari Sumatera bagian tengah hingga Jawa bagian timur, serta di wilayah Kalimantan dan Sulawesi, turut berkontribusi pada pembentukan awan hujan.

Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang aktif di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah juga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan. Gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby Ekuatorial teridentifikasi, semakin memperkuat intensitas curah hujan di berbagai daerah.

Tidak hanya di darat, kondisi perairan juga perlu diwaspadai. BMKG memprediksi gelombang tinggi antara 2.5 hingga 4.0 meter berpotensi terjadi di Laut Natuna Utara, Perairan Kepulauan Anambas-Natuna, Laut Jawa bagian tengah dan timur, Selat Makassar bagian selatan, Perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Barat, serta Samudra Hindia selatan Jawa. Para nelayan dan operator kapal diimbau untuk berhati-hati dan memantau informasi maritim terkini.

Imbauan kepada Masyarakat

Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terbaru yang dikeluarkan oleh BMKG melalui kanal-kanal resmi. Langkah mitigasi dini seperti membersihkan saluran air, memangkas dahan pohon yang rapuh, dan menyiapkan rencana evakuasi mandiri bagi yang tinggal di daerah rawan bencana sangat disarankan untuk meminimalkan dampak yang mungkin terjadi.